DEJABAR.ID | SUBANG – H-9 lebaran, sejumlah tempat putar balik (U-TURN) dan persimpangan di sepanjang jalur Pantura Subang ditutup untuk mengantisipasi kepadatan akibat banyaknya pengendara yang menyebrang sembarangan saat musim mudik tiba.
Tak hanya itu, kanalisasi arus kendaraan dan penyiagaan petugas PAM Mudik dan tim urai kemacetan di sejumlah titik rawan mulai tanggal 29 sudah disiagakan disepanjang jalur Pantura Subang.
Hal itu untuk mengantisipasi kenaikan volume kendaraan, khususnya yang melintasi jalur pantura Kabupaten Subang pada saat musim mudik
Persimpangan itu diprediksi bakal menghambat arus mudik karena kerap terjadi penumpukan kendaraan. Selain itu, dikhawatirkan persimpangan dapat membahayakan pemudik yang tengah melaju pada kecepatan tinggi.
Kasatlantas Polres Subang AKP.Rendy Permana mengatakan, pihaknya sudah menutup seluruh persimpangan dan tempat putar balik disepanjang jalur pantura
“Hari ini sudah dilakukan penutupan u-turn dan persimpangan atau tempat putar balik di sepanjang jalur Pantura Subang” ujar Kasat Lantas Polres Subang AKP Rendy Permana, Senin (27/8/2019)
Hal tersebut dilakukan. Karena ini yang membahayakan dan dapat mengganggu konsentrasi pengemudi, apalagi yang dalam kecepatan tinggi.
“Pasalnya, disaat massa mudik tiba yang diperkirakan akan dimulai pada akhir pekan ini, bila ada pengendara yang memutar akan membahayakan dan menimbulkan
penumpukan arus kendaraan”katanya
Mengingat pada H-6 Lebaran ini volume kendaraan di jalur Pantura Subang akan mulai meningkat.
Sementara untuk titik rawan kemacetan dan penumpukan kendaraan menurut Rendy, petugas PAM mudik akan di fokuskan di Perempatan Pasar Sukamandi, Ciasem dan Pusakanagara
“Ketiga perempatan tersebut tiap tahun jadi langganan macet dijalur Pantura, akibat banyaknya lalu-lalang warga bolak balik berbelanja di tiga pasar tradisional yang berada di samping jalur Pantura. Jadi butuh pengamanan ekstra dari petugas untuk mengatur warga yang menyebrang menuju pasar maupun sebaliknya,” ungkapnya.(Ahy)
Leave a Reply