DEJABAR.ID, CIREBON – Saat ini, anak-anak sudah sangat sering bermain atau kecanduan dengan gadget. Saking asyiknya bermain, mereka lebih sering berdiam di dalam rumah hanya untuk memainkan gadget, ketimbang bersosialisasi dengan teman sebayanya di luar rumah. Bahkan ironisnya, kalaupun bersosialisasi dengan temannya, pasti masing-masing sambil bermain gadget, bukan bermain permainan fisik.
Melihat fenomena itulah, Kelurahan Sukapura Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon berinisiatif menjadikan RW-RW di kelurahan, menjadi RW yang layak anak. Hal tersebut diwujudkan dengan adanya program pembinaan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) melalui kegiatan Road Show Dongeng di 10 RW Kelurahan Sukapura. Road show tersebut menampilkan pendongeng Cirebon, Ikhwan Jums atau yang akrab disapa Kak Jums, untuk mengisi kegiatan dongeng di hadapan anak-anak.
Road show tersebut berawal dari tanggal 15 Juli 2019 lalu, hingga 25 Juli 2019. Kegiatannya sendiri dilaksanakan di Baperkam masing-masing RW. Dan untuk hari ini, yang juga bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional ke 35, kegiatan Road Show Dongeng dilaksanakan di Bapermas RW 09 Karangpura, Kelurahan Sukapura Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon, Selasa (23/7/2019).
Dalam kegiatan dongeng tersebut, Kak Jums mendongeng di hadapan puluhan anak di RW 09 Karangpura. Sesekali, Kak Jums bertingkah kocak sehingga menimbulkan gelak tawa bagi anak-anak. Tak lupa, Kak Jums juga menyelipkan pesan moral kepada anak-anak di sela-sela dongengnya. Sehingga, kegiatan dongeng tersebut tidak membuat anak-anak cepat bosan. Sebaliknya, mereka sangat senang, bahkan akhirnya bisa melupakan gadget mereka.
Menurut Lurah Sukapura, Achmad Muhaimin, Road Show Dongeng di RW-RW Kelurahan Sukapura ini bertujuan untuk membangun karakter anak bangsa, yang akhir-akhir ini sudah terkontaminasi dengan adanya gadget. Bahkan parahnya, orang tua cenderung menggunakan gadget untuk menghibur dan menenangkan anak-anak mereka.
“Anak-anak sekarang sudah sangat terkontaminasi dengan gadget,” jelasnya.
Adapun dipilihnya dongeng dalam program RW layak anak ini, lanjutnya, karena dongeng merupakan warisan leluhur yang bisa menjadi sarana untuk melatih imajinasi dan kreativitas secara natural. Anak merupakan manivestasi bangsa yang sejak usia dini perlu didorong perkembangannya secara motorik dan psikomotorik. Karena pada usia dini ini, perkembangan anak ditentukan.
Dengan mendongeng, lanjut Muhaimin, karakter anak dibentuk secara alami melalui proses yang seharusnya dilalui pada dimensi-dimensi waktu tertentu. Sehingga, mereka bisa menjadi orang-orang yang berkualitas saat dewasa kelak.
“Ada begitu banyak buku dongeng yang bisa dijadikan inspirasi bagi orang tua untuk mendongengkan anaknya,” tuturnya.
Sedangkan menurut Kak Jums, dirinya berharap para orang tua bisa membudayakan mendongeng kepada anak-anaknya. Karena, dongeng memiliki nilai yang sangat penting dalam tumbuh kembang anak, khususnya pembentukan karakter anak. Dengan mendongeng, orang tua dengan anaknya juga akan semakin dekat baik secara psikologis maupun secara emosional, sehingga terjalin hubungan romantis dalam keluarga.
“Indonesia kaya akan budaya tradisional yang kaya nilai-nilai filosofis dan kearifan lokal seperti halnya mendongeng,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply