Press ESC to close

Puluhan Barista di Cirebon Gelar Aksi Solidaritas di Polres Cirebon Kota Sambil Ngopi Bareng

  • September 17, 2019

Dejabar.id, Cirebon – Puluhan pegiat kopi dan barista berkumpul di halaman Polres Cirebon Kota untuk menggelar aksi solidaritas, Selasa (17/9/2019). Aksi tersebut berupa ngopi bareng jajaran Polres Cirebon Kota dan penandatanganan spanduk yang mendukung Polres Cirebon Kota untuk memberikan jaminan rasa aman di Kota Cirebon.

Menurut perwakilan para pegiat kopi dan barista, Choy Miracle, aksi ini dilatarbelakangi karena adanya ancaman yang diberikan kepada Kedai Kopi Pekalipan, hingga berujung pada tutupnya tempat usaha tersebut. Untuk itu, sebagai bentuk kepedulian sesama pegiat kopi, maka para barista dan pegiat kopi lainnya di Kota Cirebon dan sekitarnya menggelar aksi solidaritas ini.

“Ini bentuk solidaritas dan kepedulian kita sesama pegiat kopi di Kota Cirebon,” jelasnya.

Choy berharap dengan adanya aksi ini, bisa memberikan rasa semangat kepada jajaran kepolisian, agar bisa memberikan rasa aman lagi di Kota Cirebon. Dan kepada pelaku yang sudah mengancam salah satu barista di Kedai Kopi Pekalipan tersebut, agar secepatnya ditangkap.

“Kita sudah membuat laporan dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” tuturnya.

Sedangkan menurut Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy, pelaku aksi premanisme di Kedai Kopi Pekalipan tersebut dalam pengejaran petugas. Setelah mendapat keterangan dari korban dan memeriksa tempat kejadian, Kapolres Cirebon Kota Roland Ronaldy mengerahkan jajarannya untuk memburu pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Dalam hal ini, Kapolres menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal di mata hukum, walaupun pelaku mengaku dekat dengan sejumlah pejabat dan pemangku kebijakan di Kota Cirebon, di mata hukum semuanya akan diperlakukan sesuai prosedur.

“Siapapun orangnya dan dengan latar belakang apapun, jika terbukti bersalah maka akan mendapatkan hukuman,” jelasnya.

Kapolres pun meyakinkan kepada para pedagang kopi lainnya agar tidak perlu merasa takut dan khawatir. Lebih baik buka saja seperti biasa dan melakulan inovasi yang menarik untuk mendatangkan lebih banyak pembeli, serta memperkuat solidaritas antar pedagang.

“Solidaritas antar pelaku usaha sangat diperlukan, sehingga terjadi komunikasi yang kuat. Pedagang kopi tidak perlu takut, buka seperti biasa jangan terganggu dengan peristiwa yang lalu karena dalam penanganan petugas,” pungkasnya.(Jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *