dejabar.id, Bandung – ASIA Development Bank (ADB) merilis kajian terbaru perihal kemacetan lalu lintas pada kota-kota besar di Benua Asia. Hasilnya, Jakarta yang kerap disebut sebagai wilayah dengan lalu lintas paling macet di Indonesia, ternyata masih berada di bawah peringkat Kota Bandung.
Studi mereka membandingkan rasio waktu perjalanan dan jarak di setiap kota ketika jam sibuk serta lengang. Hasilnya, kota-kota di deretan 10 besar memiliki nilai kemacetan rata-rata 1,24. Itu berarti perjalanan saat jam sibuk membutuhkan waktu 24 persen lebih lama dibanding di luar jam sibuk. Manila sendiri meraih skor 1,5, jauh meninggalkan kota lain.
Berdasarkan kajian ADB tahun 2019, Jakarta berada di posisi 17 dengan skor di bawah 1.2. Sementara, posisi Kota Bandung ada di peringkat 14.
Berikut kota-kota Asia yang masuk peringkat teratas paling macet versi ADB:
Manilla, Filipina
Dhaka, Bangladesh
Bengaluru, India
Hanoi, Vietnam
Kolkata, India
Delhi, India
Pune, India
Ho Chi Minh, Vietnam.
Pengamat Transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Soni S Wibowo menilai, penurunan rangking yang dialami oleh Jakarta dikarenakan provinsi yang kini dipimpin Anies Baswedan tersebut konsisten membangun sistem angkutan umum.
Padahal, lanjut Soni, Kota Bandung telah menjadi perhatian para pakar transportasi dunia untuk dijadikan sebagai prototipe penanganan sistem transportasi massal.
“Sayangnya, semua masukan dari pakar tersebut seolah hanya menjadi teori saja. Karena ternyata garda terdepan (Pemerintah Kota Bandung) untuk eksekusi usulan tersebut malah kurang bersinergi. Ini sangat disayangkan,” tutur Soni dilansir dari Galamedianews.com.
Soni menambahkan, rencana Pemerintah Kota Bandung untuk mendorong warganya menggunakan transportasi umum pun hanya sebatas wacana. Soalnya, sejumlah program terkait mengubah kebiasaan warga agar menggunakan transportasi umum tak pernah benar-benar diksekusi.
“Kalau pun ada, hanya sebatas FGD dan seremonial saja. Makanya tidak heran makin lama masyarakat Bandung makin tidak peduli dengan kotanya. Ini terlihat pelanggaran lalin dan kemcetan di kota Bandung cenderung meningkat,” tukas Soni.
(Sumber: Galamedianews, reqnews)
Leave a Reply