Press ESC to close

Selama Oktober 2019, Kota Cirebon Alami Inflasi Sebesar 0,03%

  • November 1, 2019

Dejabar.id, Cirebon – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon mencatat, Kota Cirebon mengalami inflasi sebesar 0,03% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 131,66 selama bulan Oktober 2019. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan bulan September 2019, yang mengalami deflasi sebesar 0,24% dengan IHK yang sama.

Menurut Kepala BPS Kota Cirebon, Joni Kasmuri, inflasi dan deflasi ini dipengaruhi oleh tujuh kelompok pengeluaran. Dari tujuh kelompok tersebut, empat kelompok diantaranya mengalami inflasi, dua kelompok mengalami deflasi, dan satu kelompok tidak mengalami perubahan indeks.

Joni menjelaskan, kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 0,32%. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,23%. Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,22%.

Untuk kelompok sandang mengalami deflasi 0,20%. Dan kelompok kesehatan mengalami inflasi sebesar 0,02%. Sementara, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,02%.

“Adapun kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks,” tuturnya, Jumat (1/11/2019).

Joni mengungkapkan, kelompok yang memberikan andil inflasi terbesar adalah makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,0575%. Sedangkan sub kelompok yang memberikan andil inflasi terbesar yaitu daging dan hasil-hasilnya sebesar 0,0456%.

Adapun untuk tingkat inflasi Kota Cirebon tahun kalender Oktober 2019, lanjutnya, adalah sebesar 1,29%, dan tingkat inflasi tahun ke tahun atau Oktober 2019 terhadap Oktober 2018 sebesar 2,26%.

Dari 7 kota pantauan IHK di Provinsi Jawa Barat, tambah Joni, tercatat dua kota mengalami inflasi dan lima kota mengalami deflasi. Inflasi terjadi di Kota Bogor yakni sebesar 0,16%, dan di Kota Cirebon sebesar 0,03%. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Bandung yakni 0,13%, dan terendah terjadi di Kota Sukabumi sebesar 0,04%.

“Untuk Provinsi Jawa Barat sendiri mengalami deflasi 0,07 persen dan Nasional mengalami inflasi 0,02 persen,” pungkasnya.(Jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *