Press ESC to close

Anak Muda ini Buat 'Healthy Breakfast' Spesial untuk Kamu yang Sedang Diet

  • October 29, 2018

DEJABAR.ID-Banyak sekali tips seputar diet yang bisa ditemukan, baik itu dari orang yang berhasil menjalankan program diet, maupun dari internet. Dari semua tips yang dibagikan, kebanyakan yang paling dibahas adalah dari segi makanannya.
Biasanya, banyak kendala yang dialami oleh mereka yang sedang menjalani program diet dalam hal makanan. Seabab, mereka harus menahan hasrat ingin makan sesuatu, padahal perut sudah berbunyi. Untuk itu, mereka harus mencari alternatif makanan lain yang memiliki sedikit kandungan lemak dan karbohidrat, namun cukup membuat perut kenyang.
Demi menjawab hal tersebut, seorang anak muda asal Cirebon, berinisiatif membuat sebuah produk makanan sehat, terutama untuk menu sarapan bagi mereka yang ingin hidup sehat dan sedang menjalani program diet, yakni Healthy Breakfast.
Adalah Wily Asih, pemilik usaha makanan sehat tersebut, yang kini sudah banyak menyelamatkan orang-orang yang sedang menjalani program diet dari rasa lapar dengan produknya.
“Kebetulan saya suka makanan sehat. Jadi, saya mencoba membuat makanan untuk sarapan yang sehat,” jelasnya saat ditemui Dejabar.id usai mengikuti kegiatan bersih-bersih sampah di Pelabuhan Cirebon, Kota Cirebon, Minggu (28/10/2018).
Ide Healthy Breakfast berawal muncul ketika Wily sering mengalami sakit mag. Sehingga, dia mengganti makan nasi dengan oats. Kebiasaan makan oats tersebut lalu berubah menjadi hobi dan rutinitas. Kemudian, oats tersebut diberi beberapa varian.
“Biasanya banyak yang enggak suka makan oats. Lalu saya berpikir bagaimana caranya biar oats disukai banyak orang. Setelah berselancar di Google, akhirnya saya bikin variannya,” tutur Wily.
Karena diberi variasi tersebut, banyak yang menyukai rasanya. Sehingga, banyak yang menyarankan agar Wily menjual makanan tersebut.
Kemasan Healthy Breakfast sendiri cukup unik. Varian makanan yang terdiri dari gandum, oats, buah-buahan yang dipotong-potong, yoghurt, susu, dan varian tertentu lainnya dimasukkan dalam sebuah toples kaca kecil atau jar.
Wily menjelaskan, alasan dia menggunakan jar sebagai kemasan produknya adalah, agar lebih ramah lingkungan. Sehingga, jar tersebut jika habis bisa dipakai lagi. Lain halnya kalau kemasannya plastik, yang pastinya tidak akan bisa diisi ulang.
“Karena saya mencintai lingkungan, maka ini adalah upaya saya untuk mengurangi sampah plastik. Bahkan kalau konsumen mempunyai banyak jar, bisa ditukar untuk diisi ulang,” tuturnya.
Terdapat beberapa varian dalam Healthy Breakfast ini. Menurut Wily, ada tiga varian utama, yakni Pudding Chia, Moesli, dan Overnight Oats. Ketiga varian tersebut bisa diisi juga dengan campuran varian yang berbeda, seperti varian buahnya, rasanya, dan lainnya.
“Ada juga varian rasa capuccino, Kitkat, dan oreo,” ujarnya.
Wily mengaku, di tengah kesibukannya sebagai Public Relation di Metland Hotel Cirebon, dirinya merasa tidak keteteran dalam menjalankan bisnisnya. Bahkan, bisnisnya ini sudah berjalan selama hampir setahun.
Menurut Wily, bisnisnya ini tidak mengganggu pekerjaannya. Karena, dia membuat produknya sesuai pesanan sehari sebelumnya di rumahnya di Jl. Soetomo, Kota Cirebon. Hal tersebut dilakukan karena dia ingin produknya tersebut masih segar ketika dikonsumsi. Karena, produknya yang mayoritas berisi buah-buahan tidak bisa bertahan lama.
“Jadi, begitu ada pesanan, sepulang kerja saya langsung membuat produknya di H-1, kemudian langsung mengirimkannya. Sehingga, para konsumen bisa menikmati makanan tersebut di pagi harinya,” jelasnya.
Menurut Wily, saat ini dirinya baru memasarkan produknya secara online. Kalaupun ada event-event, dia juga kerap mengikutinya. Dia menjual produknya satu jar sebesar Rp 32.000. Dalam sebulan, dia mampu menjual lebih dari 200 jar.
Dengan keseriusannya dalam menjalankan usahanya, di tengah kesibukannya sebagai pegawai hotel, Wily berpesan kepada generasi muda yang mau menjalankan usaha, bahwa jangan takut untuk memulai sebuah usaha. Mulai saja terlebih dahulu. Nanti ke depannya akan mengikuti.
“Jual apa yang bisa dijual. Ikuti apa yang sedang tren, dan sharing dengan yang sudah berpengalaman,” pungkasnya.(Jfr)
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *