DEJABAR.ID, SUBANG – Pasokan air di sejumlah wilayah di Kabupaten Subang semakin langka, menyusul semakin meluasnya kekeringan dampak kemarau panjang.
“Di Kabupaten Subang, Jawa Barat, luas lahan Sawah saat ini yang mengalami kekeringan mencapai 6.348 hektar, hal itu jelas berpototensi gagal panen, akibat kekeringan, dengan musim kemarau cukup panjang ini,” ujar Kadis Pertanian Djadja Rohmaja, Rabu siang (3/7/2019).
Menurutnya, lahan terdampak kekeringan kebanyakan tersebar di wilayah pantura yang rata-rata sawahnya tadah hujan.
“Setiap musim kemarau, daerah pertanian di wilayah Pantura Subang setiap tahun selalu mengalami kekeringan dan gagal tanam maupun gagal panen,” katanya.
Guna membantu mengurangi lahan sawah dan menyelamatkan tanaman padi yang terancam kekeringan pemerintah sudah memberikan bantuan berupa pompanisasi untuk daerah yang masih terdapat sumber air.
Selain itu, akan dilakukan dengan pembuatan embung dan pompanisasi di beberapa Kecamatan di Kabupaten Subang diantaranya di Kecamatan Cipunagara dan Pabuaran.
Hal itu, menurut Kadis Pertanian, merupakan kebijakan dari pemerintah pusat yang sebenarnya lahan-lahan untuk membuatnya telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Subang dan saat ini Pemerintah Kabupaten Subang telah mendaftar kembali untuk mendapatkan pompanisasi dan juga pembuatan embung tersebut.
“Pemerintah Kabupaten Subang dan Pemprov Jabar, telah siap untuk memfasilitasi kebutuhan para petani Kabupaten Subang,” ujar Djadja.
Sementara itu, Tarya salah seorang petani Pusakanagara mengaku saat ini sangat sulit mendapatkan pasokan air karena ketersediaan air yang terbatas.
“Pasokan air sudah sangat sulit, petani hanya mengandalkan pompanisasi menyedot air dari Sungai Cipunagara itupun ga seberapa, karena biaya solarnya mahal,” ungkapnya. (Ahy)
Leave a Reply