Akibat Pandemi, Masyarakat Tak Hanya Terdampak Ekonomi Tapi Juga Terganggu Mental


Ketua Komisi I DPRD Jabar Bedi Budiman (foto:ist)

BANDUNG,- Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat Bedi Budiman menyoroti pentingnya trauma healing bagi masyarakat di masa pandemi covid-19.

Menurut Bedi, pandemi tak hanya menganggu kesehatan fisik, tapi juga menyebabkan tekanan psikologis yang luar biasa

Selain itu, pandemi juga membuat masyarakat paranoid, bahkan ada warga di sejumlah lokasi yang menolak pemakaman jenazah yang positif Covid-19 lantaran takut tertular.

“Pandemi covid-19 yang berlangsung hampir dua tahun ini dapat memengaruhi kesehatan jiwa dan mental. Pembatasan sosial dan aktivitas di ruang publik menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat bahkan gangguan psikologis,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Bedi menambahkan di masa pandemi ini ribuan orang harus kehilangan pekerjaan.

Akibatnya, kata dia, masyarakat tak memiiki rutinitas harian dan tidak tahu apa yang harus dikerjakan.

Terlebih, kondisi yang berubah dengan begitu cepat untuk waktu yang tidak dapat ditentukan lamanya, pemberitaan secara terus-menerus serta permasalahan ekonomi dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental.

“Kesehatan mental di masa pandemi saya kira perlu penanganan tersendiri. Terlebih beberapa aspek kehidupan berubah termasuk misalnya karantina dan isolasi diri, harus diam dirumah, panic buying, social distancing. Belum lagi soal penuhnya rumah sakit, serta semakin banyaknya pasien covid-19 yang meninggal dunia,” bebernya.

Karenanya, Bedi mendorong Pemprov Jawa Barat menyiapkan trauma healing atau penyembuhan trauma secara online di masa pandemi ini.

Menurutnya, Pemprov Jabar dapat menyediakan nomor hotline khusus bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi.

“Kami mendorong Pemprov Jabar untuk membuat tim khusus trauma healing online dengan melibatkan psikolog dan psikiater sehingga dampak trauma dan ketakutan di masyarakat akibat pandemi ini dapat diminimalisir,” tandasnya. (*)