DEJABAR.ID, SUBANG – Sejumlah Aktivis, Ormas dan LSM Budaya di Subang, yang terdiri dari Sabda Budaya Sunda, Laskar NKRI, LSM Beureukbeuk, Gaza Indonesia, Gibas dan Sundawani, serta masyarakat Desa Margasari mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Subang untuk bersalawat akbar bertema “Menuju Pantura Bersholawat”. Hal ini dilakukan dalam menjaga keutuhan NKRI paska Demokrasi Pemilu 2019, yang bertemakan “Muru Cahya Romdhon”, yang rencananya akan dilaksanakan pada 25 Mei 2019, bertepatan dengan 20 Romadlon 1440 Hijriyah.
Penggagas Salawat Akbar Whisnu mengatakan, Salawat akbar ini bertujuan untuk mempersatukan, antar elemen masyarakat Subang khususnya, umumnya Jawa Barat dan Indonesia, paska Demokrasi pemilu 2019, yang menimbulkan banyak korban jiwa dari para penyelenggara pemilu, dan aparat keamanan.
Maka dengan salawat akbar ini kata Whisnu, semua perbedaan selama demokrasi pemilu 2019 berlangsung, bisa kembali bersatu padu dalam menjaga keutuhan NKRI.
Karena menurutnya, dalam salawat akbar nanti diisi dengan salawat kasantrian, yang diharapkan dapat mempererat persatu dan kesatuan.
“Solawat kasantrian, yang memiliki makna silih asah, silih asih, silih asuh, silih wangiken, sarasa jadi sarasi, majajaran, untuk NKRI bersatu,” ujar Whisnu kepada Wartawan di Subang, Jumat(10/5/2019).
Dengan salawat ini ditegaskannya, sebagai perwujudan dari kebhinekaan, tetap tetap satu tujuan dalam mencapai cita-cita mempersatukan NKRI, dari segala perbedaan, suku, agama, dan etnik.
Terlebih di bulan Ramdan seperti ini katanya, Ramadan bisa memberikan berkah bagi semua, yang mau bersatu padu dalam membangun negeri.
“Saya harap solawat akbar ini, bisa menjadi berkah bagi kita semua, dan mewujudkan Subang Jawara yang ngaji, ngarti ngahiji, sekaligus sebagai contoh bagi Kabupaten/Kota lain di Jawa Barat dan Nasional,” tegasnya.
Selain itu dikatakan Whisnu, dalam kesempatan Sholawat itu nanti akan mengukuhkan sejumlah Korlap Mazolat, sebagai pilar Jagat Cakar Jagat, yang rencananya akan dihadiri oleh semua korlap Mazolat dari 30 Kecamatan se-Kabupaten Subang, Jatman Subang, Paguyuban Masyarakat Adat Tani Pantyra, Laskar Agung Macan Ali Mandalajati, Mandala Puntang, Mandalawangi, Masyarakat Karawang Bersatu, Purwakarta Ngahiji, LMA Bekasi, Mazolat Pilar Jagat Cianjur, yang sebwlumnya akan digelar buka bersama, Sholat Tarawih berjamaah, kemudian menggelar Salawat Akbar, dilanjutkan konvoy sebanyak 200 kendaraan roda empat dan dua, dari 10 Desa se-Kabupaten Subang.
“Momen ini sebagai bentuk rasa asih terhadap sesama dalam menyamakan persepsi, yang mengedepankan nilai-nilai kebersamaan,” pungkas Whisnu.(Ahy)
Leave a Reply