DEJABAR.ID-Hal mengejutkan terjadi di masa tenang jelang pencoblosan Pemilu 2019. Jurnalis investigasi asal Amerika Serikat Allan Nairn, membocorkan sebuah laporan terbaru tentang rencana Prabowo Subainto andai terpilih di Pilpres 2019.
Berdasarkan dokumen yang ditulis Allan pada blognya, salah satu agendanya adalah Prabowo akan meruntuhkan kelompok Islamis kanan seperti HTI dan PKS guna mengembalikan dwi fungsi TNI. Menurut Allan, Prabowo yang merupakan pensiunan jenderal itu, merencanakan penangkapan massal musuh politik dan koalisinya.
Allan dalam laporannya melampirkan empat lembar dokumen notulensi rapat rahasia Prabowo dan tim di rumahnya pada 21 Desember 2018 lalu menuliskan beberapa nama lain seperti Letjen (Purn.) J.S. Prabowo, Letjen (Purn.) Yunus Yosfiah, Laksanama (Purn.) Tedjo Edhy Purdijanto, Mayjen (Purn.) Glenny Kairupan, Laksamana Madya (Purn.) Moekhlas Sidik, Mayjen TNI (Purn.) Judi Magio Yusuf, Mayjen TNI (Purn.) Arifin Seman, Mayjen TNI (Purn.) Musa Bangun, Fadli Zon, Arief Puyono, Habiburahman, dan lainnya.
Lalu dari mana Allan mendapatkan dokumen itu? Dikutip dari Tirto.id, Menurut Allan, laporan yang ia tulis itu berdasarkan pada dokumen intelijen yang ia terima. Laporan itu menurutnya sudah beredar di kalangan aparat di Indonesia.
“Laporan ini menyebar di aparat, dan saya mendapatnya dari situ,” kata Allan, Senin siang.
Namun, Allan menolak memberitahu dari siapa dokumen itu ia dapatkan. Sebaliknya, ia berkata bahwa dokumen itu benar dan ia mengaku sudah mengonfirmasi seorang yang hadir dalam rapat itu.
“Saya sudah mengonfimasi laporan itu dari orang yang ada di sana. Dan itu benar. Tapi saya tidak bisa menyebutkan siapa,” kata Allan.
J.S. Prabowo, yang disebut dalam laporan Allan turut hadir, menyebut laporan Allan itu didesain buat memengaruhi para pemilih Prabowo. “Setelah sekilas saya baca, artikel Allan Nairn itu dia desain untuk mempengaruhi pendukung Prabowo dari kelompok Islam dan non-Islam agar berpaling dari Prabowo,” kata J.S. Prabowo dikutip dari Tirto.id.
“Apa ada artikel Allan Nairn yang terbukti benar? Saya tidak tahu persis tanggal 21 Desember ada rapat atau tidak, karena saya Natalan,” katanya.(red/tirto)
Leave a Reply