DEJABAR.ID, MAJALENGKA-Perkembangan zaman yang menyebabkan adanya perubahan pola hidup dan pergaulan masyarakat, khususnya dikalangan remaja, rupanya harus diimbangi dengan penanaman nilai-nilai keagamaan. Hal itu diungkapkan oleh Cece selaku Koordinator Kabupaten Festival Shalawat Nusantara (FSN) Kabupaten Majalengka.
Menurut Cece, penanaman nilai-nilai agama sejak dini dikalangan remaja akan menjadi benteng diri dari pengaruh negatif perkembangan zaman yang cukup mengkhawatirkan saat ini.
“Dasar-dasar agama maupun, aktivitas keagamaan harus dipupuk sejak dini termasuk usia-usia remaja agar mampu menjadi benteng diri,” ungkapnya, Senin (17/12/2018).
Kang Cece, sapaan akrabnya, juga melalui organisasi GP. Ansor mendorong agar Majalengka betul-betul menjadi kota religius dengan berbagai program keagamaan yang riil di tengah-tengah masyarakat.
Seperti adanya perhatian pemerintah terhadap aktifis keagamaan, program wajib mengaji dan meminimalisir perayaan-perayaan hari besar dalam bentuk hura-hura tapi diganti dengan nuansa yang agamis.
“Ansor akan terus mendorong dan bersinergis dengan pemerintah mewujudkan program religius. Tentunya dengan adanya bupati yang baru nanti Ansor siap all out mendukung cita-cita merealisasikan kegiatan keagamaan. Apalagi sudah sejak awal Ansor bergerak salah satunya ya lewat FSN ini,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Ketua PC GP. Ansor Majalengka ini.
Cece menjelaskan, saat ini Ansor sedang konsen dengan program keagamaan yang tentunya fokus pada pemberdayaan pemuda, seperti kajian-kajian dan pendampingan syiar keagamaan yang rahmatan lil ‘alamin.
“Saat ini kami fokus pada program keagamaan yang bersifat pemberdayaan pemuda dan syiar keagamaan. Bahkan dalam waktu dekat kami akan mengadakan acara ‘Majalengka Bershalawat’ dalam bentuk Haul Gus Dur dan Tahlil Akbar. Mari kita jadikan Majalengka kota religius,” ajaknya dengan penuh semangat.
Hal sama juga diungkapkan oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Nasir, bahwa ke depan dengan adanya pembangunan di Majalengka yang begitu pesat imbas dari hadirnya Bandara International Jawa Barat (BIJB) Kertajati, tentunya fondasi keagamaan bagi masyarakat khususnya kalangan remaja harus kuat.
“Efek hadirnya BIJB Kertajati dan Pembangunan Majalengka yang pesat tentunya harus diimbangi dengan pembangunan manusia yang berkarakter dan religius agar ada keseimbangan,” katanya.
Ia pun sepakat dengan Ansor agar program keagamaan yang lebih menyentuh masyarakat sekaligus membawa syiar keagamaan lebih diperbanyak sambil mengurangi aktifitas perayaan yang sifatnya hura-hura.
“Perbanyak program keagamaan yang riil dan perayaan atau festival keagamaan agar mengurangi hiburan yang hura-hura. Ya seperti program FSN yang dilaksanakan oleh Ansor ini sangat positif untuk syiar dan menumbuhkan kecintaan kepada nilai-nilai dan budaya religius,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PC NU Majalengka ini. (jja)
Leave a Reply