Antusiasme Masyarakat Tinggi, Armada Citros Perlu Penambahan

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

DEJABAR.ID, CIREBON – Sejak dilaunching pada Sabtu (23/2/1/2019) lalu di Keraton Kasepuhan, Cirebon Tourism on Bus atau yang kerap disebut Citros menjelma menjadi idola masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya. Mereka berbondong-bondong menaiki kendaraan khusus pariwisata tersebut untuk berkeliling Kota Cirebon, sekaligus menikmati sensasinya.

Karena antusias masyarakat yang tinggi, terutama di weekend, banyak juga yang tidak kebagian tiket atau kehabisan. Hal tersebut dikarenakan kurangnya armada Citros untuk melayani pariwisata di Kota Cirebon. Saat ini, baru dua unit Citros yang beroperasi.

Menurut Wakil Manager Operasional Citros, Karsono, dirinya meminta kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil agar bisa menambahkan armada Citros untuk keperluan pariwisata. Apalagi, dari dua unit Citros, satu unit merupakan bantuan dari Koperasi Kartika Jati Manunggal Kodim 0620/Kabupaten Cirebon yang berwarna hijau.

“Dua unit ini masih kurang untuk melayani antusiasme masyarakat Cirebon dan wisatawan,” jelasnya saat ditemui Dejabar.id di Citros Point di depan lobi Cirebon Super Blok (CSB) Mall Cirebon, Jalan Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon, Kamis (14/3/2019).

Karsono menjelaskan, dari rute trayek yang ditetapkan oleh Gubernur, terpaksa dipotong. Karena, jika sesuai trayeknya, yakni dari Kesepuhan – Kacirebonan – Gua Sunyaragi – Pemuda – Cipto – Kartini – Stasiun Cirebon – Pilang – Batik Trusmi – Gunung Jati – Kesepuhan, akan memakan waktu selama 4,5 jam. Hal tersebut dikarenakan kemacetan dan aktivitas kereta di palang pintu kereta api yang kerap ditutup dalam selang waktu beberapa menit.

Karena itu, pihaknya terpaksa memotong trayek, dengan meniadakan rute ke Batik Trusmi dan Gunung Jati yang berada di Kabupaten Cirebon. Sehingga, Citros hanya memutar di Kota Cirebon saja. Sehingga, dalam sehari bisa menghabiskan 5-6 putaran.

“Jika kita pakai ketentuan dari Gubernur, maka sehari hanya akan ada dua putaran, dan itu akan membuat satu putaran terasa lama,” jelasnya yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC Organda Cirebon.

Meskipun begitu, pihaknya tetap berusaha dan mencari solusi agar tetap bisa melayani pariwisata masyarakat dan menjalankan regulasi dari Gubernur Jawa Barat. Salah satunya adalah meminta penambahan unit Citros, sehingga kepuasan masyarakat dan wisatawan bisa terpenuhi.

Karsono mengungkapkan, pihaknya ingin ada pendataan yang bisa dijadikan evaluasi. Sebab, teori boleh berbicara, tetapi prakteknya ada yang sesuai dan ketidaksesuaian. Sehingga, inilah yang akan dicari sampai evaluasinya menyeluruh. Nanti muaranya akan disampaikan ke Gubernur.

“Kita ingin Cirebon melayani masyarakat dan wisatawan dengan sempurna,” pungkasnya.(Jfr)

 

 

Related posts

Leave a Comment