Press ESC to close

Usai Dilaunching, Citros Jadi Idola Baru Masyarakat Cirebon

  • March 14, 2019

DEJABAR.ID, CIREBON – Sejak dilaunching pada Sabtu (23/2/1/2019) lalu di Keraton Kasepuhan, Cirebon Tourism on Bus atau yang kerap disebut Citros menjelma menjadi idola masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya. Mereka berbondong-bondong menaiki kendaraan khusus pariwisata tersebut untuk berkeliling Kota Cirebon, sekaligus menikmati sensasinya.
Bahkan, ada juga masyarakat yang ketagihan menaiki Citros. Bukan hanya satu hari saja, melainkan bisa sampai setiap hari hanya untuk menikmati Citros, terutama untuk anak-anak.
Menurut Wakil Manager Operasional Citros, Karsono, tingginya antusiasme masyarakat Cirebon untuk menaiki Citros, karena hal tersebut merupakan sesuatu yang baru di Cirebon. Apalagi, ada sisi hiburan ketika orang naik Citros, karena tiketnya paling murah dan lebih murah dari odong-odong, yakni hanya Rp 5000 per putaran.
“Ada sensasi tersendiri bagi masyarakat Cirebon dan sekitarnya ketika mendaki Citros, apalagi ini adalah sesuatu yang baru,” jelasnya saat ditemui Dejabar.id di Citros Point di depan lobi Cirebon Super Blok (CSB) Mall Cirebon, Jalan Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon, Kamis (14/3/2019).
Karena baru di Cirebon, lanjutnya, maka yang naik Citros bukan para turis dan wisatawan, melainkan masyarakat lokal. Meskipun begitu, para wisatawan tetap dilayani walau itu masih bisa hitungan jari. Bahkan tak hanya wisatawan, banyak juga masyarakat lokal yang memang harus rela mengantre demi menaiki Citros, terutama di weekend.
Terkadang, ada juga wisawatan yang sudah booking namun sudah tidak mendapatkan tempat. Hal tersebut dikarenakan jumlah maksimal kapasitas tempat duduk untuk Citros sebanyak 20 orang. Sehingga, wisatawan harus menunggu putaran Citros berikutnya.
“Meskipun penuh, tetap para wisatawan dan masyarakat akan kita layani,” jelasnya yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC Organda Cirebon.
Karsono berharap, antusiasme masyarakat Cirebon tentang Citros ini tidak seperti ‘obor blarak’ dalam bahasa Cirebon, yang artinya ramai di awal saja tapi semakin ke sana semakin meredup. Dia ingin agar Citros tetap menjadi idola bagi masyarakat Cirebon dan wisatawan untuk selamanya.
“Semoga antusiasme masyarakat terhadap Citros ini bisa semakin meningkat dan selamanya,” pungkasnya.(Jfr)
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *