Press ESC to close

Arief Nasrudin Perkenalkan Transformasi PAM JAYA di Forum PBB New York, KAMAKSI Beri Apresiasi

  • October 2, 2026

Dejabar.id, JAKARTA – Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, memaparkan perkembangan pengelolaan air minum perpipaan di Jakarta dalam forum Private CEO Roundtable yang berlangsung di New York, Amerika Serikat. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 atau 81st United Nations General Assembly.

Dalam pertemuan yang melibatkan para CEO dan pemimpin perusahaan internasional tersebut, Arief menyampaikan pengalaman Jakarta dalam membangun sistem penyediaan air minum, memperluas jaringan perpipaan, serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat.

Partisipasi PAM JAYA dalam forum internasional tersebut merupakan undangan dari Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab (Ministry of Foreign Affairs of the United Arab Emirates/UAE) selaku penyelenggara.

Forum ini menjadi wadah untuk membahas berbagai tantangan pengelolaan air, termasuk kebutuhan investasi, pengembangan teknologi, ketahanan sumber daya air, serta kontribusi infrastruktur air terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Arief memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan sejumlah program strategis PAM JAYA dalam memperluas akses air minum perpipaan di Jakarta. Salah satu sasaran utama perusahaan adalah mencapai cakupan pelayanan 100 persen pada 2029.

Untuk mewujudkan target tersebut, PAM JAYA merencanakan peningkatan kapasitas produksi hingga 32.950 liter per detik dan pembangunan jaringan perpipaan sepanjang 16.234 kilometer. Pengembangan infrastruktur ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat yang terus meningkat seiring pertumbuhan kawasan perkotaan.

Perluasan layanan air perpipaan juga menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan air tanah secara berlebihan. Hal ini berkaitan dengan persoalan penurunan muka tanah yang masih menjadi tantangan lingkungan di Jakarta.

Di sisi lain, peningkatan kapasitas produksi dan perluasan jaringan perlu didukung pembaruan infrastruktur, pengendalian kebocoran, serta penguatan sistem distribusi agar pelayanan air minum dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

KAMAKSI Soroti Pengembangan dan Tata Kelola PAM JAYA

Ketua Umum Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI), Joko Priyoski, mengapresiasi keikutsertaan Arief Nasrudin dalam forum bisnis internasional di New York. Menurutnya, langkah tersebut menjadi kesempatan bagi PAM JAYA untuk memperkenalkan berbagai perkembangan pengelolaan air Jakarta sekaligus memperluas komunikasi dengan pelaku industri global.

Joko menilai forum internasional dapat dimanfaatkan untuk membangun jejaring, bertukar pengalaman, serta menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan infrastruktur dan teknologi pengelolaan air minum.

Ia berpandangan bahwa tantangan penyediaan air di Jakarta membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, pemerataan jaringan perpipaan, hingga pemanfaatan teknologi yang mampu mendukung efisiensi operasional.

Selain aspek pembangunan, Joko juga menyoroti perlunya penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan perusahaan. Menurutnya, setiap program investasi dan pengembangan infrastruktur perlu disertai mekanisme pengawasan yang jelas.

Tata kelola yang baik, lanjutnya, merupakan bagian penting dalam memastikan program pengembangan layanan air dilaksanakan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

PAM JAYA Jajaki Skema Pembiayaan dan Kerja Sama Global

Kebutuhan investasi menjadi salah satu aspek penting dalam merealisasikan target perluasan layanan air minum perpipaan di Jakarta. Pembangunan jaringan baru, peningkatan kapasitas produksi, serta revitalisasi infrastruktur membutuhkan dukungan pendanaan yang memadai.

Dalam rangkaian agenda di New York, PAM JAYA menjajaki peluang kerja sama dengan sejumlah pemimpin bisnis global, termasuk kemungkinan penerapan skema creative financing atau pembiayaan kreatif.

Alternatif pembiayaan tersebut dapat menjadi salah satu opsi untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan mempercepat perluasan jaringan perpipaan. Namun, setiap peluang kerja sama tetap memerlukan kajian mengenai kelayakan investasi, risiko, dan manfaat jangka panjang.

PAM JAYA juga menjajaki potensi kolaborasi dalam pengembangan water cooling untuk mendukung kebutuhan pendinginan pusat data (data center).

Penjajakan tersebut berkaitan dengan perkembangan industri digital yang membutuhkan infrastruktur pendukung, termasuk sistem pendinginan yang efisien dan berkelanjutan.

Peluang kerja sama ini menjadi salah satu aspek yang dapat dikembangkan untuk memperluas pemanfaatan layanan air dalam mendukung kebutuhan sektor industri dan teknologi.

Transformasi Digital untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan

PAM JAYA juga mendorong transformasi digital sebagai bagian dari strategi modernisasi pengelolaan perusahaan. Pemanfaatan teknologi diarahkan untuk memperkuat efisiensi operasional, meningkatkan akurasi data, dan mendukung kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Sejumlah sistem yang dikembangkan mencakup smart water meter, integrated billing system, serta enterprise resource planning (ERP).

Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pencatatan konsumsi air, mengintegrasikan sistem penagihan, serta memperkuat pengelolaan administrasi dan operasional perusahaan.

Selain itu, digitalisasi dapat membantu perusahaan dalam memantau kinerja jaringan, mengidentifikasi potensi permasalahan distribusi, dan menyusun kebijakan berdasarkan data yang lebih terintegrasi.

Transformasi ini menjadi salah satu langkah dalam menghadapi kompleksitas pengelolaan air minum di kota metropolitan yang memiliki kebutuhan pelayanan besar dan terus berkembang.

Arief Nasrudin menegaskan bahwa air memiliki peran penting dalam menopang kehidupan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

“Air bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan fondasi bagi kehidupan, kesehatan, lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi. Ketika kita berbicara mengenai pembangunan masa depan, maka pembicaraan mengenai air harus ditempatkan di bagian paling fundamental,” ujar Arief.

Target Layanan Air Jakarta 100 Persen pada 2029

Keterlibatan PAM JAYA dalam Private CEO Roundtable di New York menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pengalaman pengelolaan air Jakarta di tingkat internasional. Forum tersebut juga membuka ruang komunikasi untuk menjajaki potensi kolaborasi di bidang investasi, infrastruktur, dan teknologi.

Di dalam negeri, PAM JAYA masih menghadapi pekerjaan besar untuk merealisasikan target cakupan pelayanan air minum perpipaan 100 persen pada 2029.

Pembangunan jaringan, peningkatan kapasitas produksi, pembaruan pipa lama, pengurangan kehilangan air, dan pengembangan sistem digital menjadi sejumlah agenda yang perlu dilaksanakan secara berkesinambungan.

Ketua Umum KAMAKSI Joko Priyoski menilai pengembangan tersebut perlu diimbangi dengan pengawasan dan pertanggungjawaban yang memadai agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat.

Penguatan layanan air perpipaan di Jakarta tidak hanya menyangkut peningkatan akses terhadap air minum, tetapi juga berkaitan dengan upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air, mengurangi ketergantungan terhadap air tanah, dan mendukung ketahanan kota.

Melalui pengembangan infrastruktur, pemanfaatan teknologi, dan penjajakan kerja sama internasional, PAM JAYA berupaya membangun sistem pelayanan air minum yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat Jakarta di masa mendatang.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *