ASN di Pangandaran Keluhkan Potongan Tunjangan Kinerja Hingga Ratusan Ribu Perbulan

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

dejabar.id, Pangandaran – Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemerintah Kabupaten Pangandaran mengeluhkan dengan adanya pemotongan Tunjang Kinerja (Tunkin) setiap bulannya yang mencapai ratusan ribu rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ASN yang bersangkutan tidak pernah mangkir kerja, meskipun sedang tidak berada di kantor dan sedang menghadiri undangan rapat paripurna di gedung DPRD Kabupaten Pangandaran sehingga tidak bisa melakukan absen hingga batas waktu yang telah ditentukan yakni pukul 18.00 WIB, tetapi tetap saja Tunkin nya terpotong dengan alasan tidak ada absen.Dengan demikian sejumlah ASN langsung mendatangi kantor BKPSDM untuk mempertanyakan perihal pemotongan Turkin tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pangandaran Hendar Suhendar mengatakan, bahwa pemotongan Tunkin berdasarkan rekomendasi dari BKPSDM Kabupaten Pangandaran.

“Kami tidak asal melakukan pemotongan gaji atau Tunkin pegawai jika tidak ada rekomendasi dari BKPSDM,”ujarnya kepada dejabar.id, Senin (14/10/19).

Hendar menyebutkan, apabila pegawai yang tidak melakukan absen dikarenakan sedang tugas luar seharusnya melapor ke pihak BKPSDM.

“Hal tersebut agar tidak terjadi seperti ini,” sarannya.

Ditempat terpisah, Sekretaris BKPSDM Kabupaten Pangandaran Rohaeni menegaskan, bahwa finger print sudah terpasang di kantor Sekretariat Daerah, kantor Bupati, kantor Dinas dan kantor Kecamatan yang langsung ngelink ke kantor BKPSDM.

“Benar, semua kantor dinas, kecamatan dan kantor Setda termasuk kantor bupati sudah terpasang alat finger print dan untuk urusan finger print ada di bidang disiplin pegawai,” singkatnya. (dry)

Related posts

Leave a Comment