Press ESC to close

Balitro Siapkan 80 Ribu Bibit Rempah Untuk Ditanam di Subang

  • April 21, 2019

DEJABAR.ID, SUBANG – Untuk mendukung percepatan Subang sebagai Pusat Benih Rempah Nasional, di 4 Kawasan Desa Berbasis Rempah, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balitro) Bogor Jawa Barat, sedang memperbanyak benih lada, yang berjumlah 80.000 polybag.
Kepala Balitro Bogor Jawa Barat, sekaligus selaku Galunggang Wira Tani Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan Wiratno menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan 80.000 polybag benih lada, sebelum diserahkan kepada masyarakat petani yang tergabung dalam “Rukun Tani Galuh”.
Ke 80.000 polybag benih lada itu kata Wiratno, sebelum diserahkan kepada masyarakat “Rukun Tani Galuh”, terlebih dahulu dilakukan sertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB), sebagai legalitas kelayakan benih lada tersebut, agar terbebas dari virus, dan penyakit yang menyerang tanaman lada tersebut.
“Kami di Balitro Bogor saat ini, sedang menyiapkan 80.000 benih lada bersertifikat resmi dari BPSB, kemudian kita serahkan kepada masyarakat “Rukun Tani Galuh”, untuk di tanam di 4 kawasan desa berbasis rempah, sebagai upaya percepatan terwujudnya Subang sebagai Pusat Benih Rempah Nasional,” ujar Wiratno kepada Wartawan di Subang, Minggu (21/4/2019).
Wiratno menyatakan, pengadaan 80.000 polybag benih lada tersebut, merupakan pengadaan benih lada tahap ketiga, untuk memenuhi kebutuhan benih lada yang akan di tanam di lahan seluas 400 hektare, yang tersebar di Desa Cikadu, yang masuk dalam Kawasan Desa Berbasis Rempah, dan beberapa desa lainn, sebagai desa penyangga 4 kawasan desa berbasis rempah tersebut.
“Pengadaan 80.000 polybag benih lada ini, merupakan pengadaan benih lada tahap ketiga, untuk pemenuhan benih lada di kawasan desa berbasis rempah, dalam menuju Subang sebagai pusat benih rempah nasional, sekaligus untuk mewujudkan Subang sebagi Poros Maritim Berbasis Rempah,” terangnya.
Dengan terpenuhinya kebutuhan benih lada tersebut lanjut Wiratno, dalam waktu dekat ini, Subang sebagai pusat benih rempah nasional, sekaligus sebagai poros maritim berbasis rempah, bisa cepat terwujud.(Ahy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *