Press ESC to close

Banyak Sumur Mengering, Warga Berharap Jaringan PDAM Masuk ke Pelosok Desa

  • October 26, 2018

DEJABAR.ID, MAJALENGKA-Kemarau tahun ini terasa cukup panjang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga hal ini mengakibatkan beberapa sumber air di pelosok pedesaan mengalami kekeringan. Salah satunya terjadi di sebagian warga di wilayah Majalengka Utara dan harus mencari solusi agar kebutuhan air untuk kebutuhan sehari harinya tetap terpenuhi.
Seperti di beberapa desa di wilayah Kecamatan Ligung sampai saat ini dirasa masih cukup aman akan kebutuhan airnya, namun ada juga beberapa desa yang sudah mengalami krisis air dikarenakan mengeringnya sumber air yang mereka miliki.
Apalagi, Sungai Sindupraja yang selama ini diandalkan untuk memasok kebutuhannya, saat ini sedang mengalami program pengeringan. Sehingga warga yang tinggal di sekitar tersebut, seperti warga Desa Ampel, Kedungsari, Kedungkencana dan warga desa lainnya dibuat pusing.
Namun ada sebagian warga yang memafaatkan jasa pengeboran untuk mendapatkan sumber mata air, sehingga kebutuhannya tetap terpenuhi. Mereka rela merogoh kocek untuk membuat sumur pantek, yang nantinya akan dijadikan sumber mata air dengan sistim penggunaan mesin sanyo untuk menyedot air.
Seperti yang terjadi di Blok Kedung Anyar, Desa Ligung, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, disana warga untuk memenuhi kebutuhan air, mereka terpaksa melakukan pengeboran yang kedalamannya bisa mencapai belasan meter.
Padahal warga di Blok Kedung Anyar ini tinggalnya tidak jauh dari Sungai Cikeuruh. Namun, karena sungainya juga kering mereka terpaksa membuat sumur pantek yang nantinya menggunakan mesin sanyo untuk menyedotnya.
“Sudah hal yang biasa kalau kemarau panjang seperti saat ini sumur sumur warga jadi kering, sehingga  untuk memenuhi kebutuhan air untuk MCK terpaksa melakukan pengeboran lagi. Walaupun harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Yaitu, sekitar Rp600 ribuaan,” kata Ketua RT setempat, Khusnan, Jumat (26/10/2018).
Menurut Khusnan, terkait kebutuhan air untuk minum dan memasak, warga disini rata-rata masih menggunakan air meneral isi ulang, karena saluran PDAM belum masuk ke wilayah sini. Dirinya berharap pihak PDAM agar segera membuat saluran airnya ke wilayahnya.
“Untuk kebutuhan minum dan memasak, warga disini membeli air galon isi ulang yang harganya lima ribu per galon. Kedepan seharusnya pemkab melalui PDAM membuat saluran kesini, agar warga bisa terbantu jika menghadapi musim kemarau seperti saat ini,” ungkap dia, yang juga diamini warga yang lainnya.
Hal yang sama juga dikatakan warga Desa Kedungsari, Mitol, bahwa pasca program pengeringan Sungai Sindupraja, pihaknya harus rela mencari air ke desa tetangga. Karena untuk melakukan pengeboran dirinya tidak memiliki cukup uang.
“Saya terpaksa mencari air ke desa tetangga menggunakan kaleng isi 20 liter untuk memenuhi kebutuhannya. Saya berharap program pengeringan sungai Sindupraja oleh BBWS segera berakhir, agar warga disini tidak harus jauh jauh mencari air untuk kebutuhan MCK,” tukasnya. (jja)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *