Press ESC to close

Batu Bleneng dan Kisah Mistis Pembangunan Tol Cipali

  • June 22, 2019

DEJABAR.ID, CIREBON – Jika melintasi Tol Cipali, tepatnya di KM 182, maka akan ditemukan sebuah batu besar berada di bibir tebing. Batu besar tersebut dapat terlihat dari sebelah kanan jalan tol, jika dari arah Cirebon menuju Jakarta.

Batu tersebut terletak di Gunung Salam, Desa Walahar, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon. Oleh masyarakat, batu besar tersebut dinamakan Batu Bleneng. Batu tersebut memiliki tinggi sekitar 5-6 meter. Konon katanya, batu ini kerap dikaitkan dengan kisah mistis di Tol Cipali, terutama selama pembangunan tol terpanjang di Indonesia tersebut.

Bahkan tak hanya selama pembangunan saja, setelah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Juni 2015 lalu, banyak insiden kecelakaan yang terjadi, yang dikaitkan dengan keberadaan batu tersebut.

Batu ini menjadi pembicaraan banyak orang, selama pembangunan Tol Cipali dari tahun 2011 hingga 2015. Sebab, banyak kisah aneh dan sulit diterima nalar ketika pembangunan tol di sekitar Batu Bleneng.

Lokasi Batu Bleneng yang masuk dalam Desa Walahar, menjadi salah satu lokasi yang dijadikan pembangunan Tol Cipali. Sebagian Gunung Salam dibelah untuk dijadikan jalan tol. Tebing-tebing tinggi hasil pembelahan gunung tersebut dicor agar tidak terjadi longsor. Lokasi Batu Bleneng pun tak luput dari pemindahan. Namun, beberapa keanehan terjadi.

Menurut salah satu warga sekitar, Hadi, selama pembangunan tol,pernah ada seorang pekerja jalan tol yang tewas saat ditugaskan untuk menghancurkan Batu Bleneng dengan menggunakan alat berat. Bahkan, beberapa kali mesin alat berat tersebut mati mendadak tanpa diketahui penyebabnya. Akibat dari kejadian tersebut, jalur jalan tol terpaksa dibelokkan.

“Jalur yang seharusnya lurus, terpaksa dibelokkan membentuk huruf S, karena menghindari batu tersebut,” jelasnya saat ditemui Dejabar.id, di sekitar lokasi Batu Bleneng, Sabtu (22/6/2019).

Menurut Hadi, Batu Bleneng sendiri sebenarnya dapat dihancurkan atau dipindahkan. Karena, proyek tersebut saja bisa membelah gunung, maka memindahkan sebongkah batu bukan hal mustahil. Namun, karena Batu Bleneng sudah ada sejak lama, maka masyarakat meminta agar batu tersebut dibiarkan saja, supaya bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sebenarnya batu itu ada penunggunya, makanya banyak kejadian aneh,” jelasnya.

Kisah mistis Batu Bleneng juga sangat populer di telinga para pemudik sewaktu arus mudik lalu. Faizin misalnya, pemudik asal Kabupaten Pekalongan ini mengaku sering mendapat cerita soal keangkeran Batu Bleneng. Bahkan ketika dalam perjalanannya dari Ciputat menuju Pekalongan, saat melintasi area KM 182, dirinya sempat melihat pria berambut gondrong di atas Batu Bleneng.

“Tadi saya juga sempat melihat ada pria berambut gondrong, di atas batu itu. Tapi karena fokus nyetir, jadi saya tidak bisa memastikannya itu orang beneran atau makhluk jadi-jadian,” pungkasnya.

Terlepas dari benar atau tidaknya kisah mistis di Batu Bleneng, para pengguna Tol Cipali tetap diimbau agar untuk selalu berhati-hati dalam berkendara.(Jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *