DEJABAR.ID, CIREBON – Makanan takjil seolah sudah menjadi menu wajib untuk berbuka puasa di Bulan Ramadhan. Karena itu, tidak heran jika banyak orang yang keluar rumah untuk berburu aneka macam takjil menjelang azan magrib. Untuk itulah, para pedagang takjil mulai bermunculan di bulan Ramdhan ini.
Salah satu tempat yang banyak didatangi oleh masyarakat Kota Cirebon untuk berburu takjil, adalah yang berada di ruas jalan KS Tubun, Kota Cirebon. Di situ, terdapat berbagai pedagang yang menjual aneka takjil seperti kolak pisang, kolak ubi, kolak kolang-kaling, bubur candil, bubur lemu, bubur pacar, aneka es, es buah, es kelapa, dan lain-lain. Bahkan tak hanya takjil, di situ juga ada yang menjual menu masakan untuk berbuka puasa, pakaian muslim, dan oleh-oleh khas Cirebon.
Para pedagang yang ada di jalan KS Tubun ini bukan hanya pegang dadakan saja yang muncul di saat bulan Ramadan. Ada juga pedagang-pedagang yang memang sudah lama berjualan di situ, dan merupakan pindahan dari jalan RA Kartini.
Terdapat sekitar 40’an pedagang yang berjualan berjejer di bahu kiri dan kanan jalan KS Tubun. Akibatnya, membuat arus lalu lintas di jalan tersebut cukup macet. Apalagi, lebar ruas jalan KS Tubun yang cukup kecil, dan bertemu dengan ruas jalan RA Kartini yang lumayan padat kendaraan, membuat kemacetan tidak terhindarkan.
Karena itu, para pedagang menutup sebagian ruas jalan KS Tubun agar menjadi satu arah. Sehingga, tidak ada kendaraan yang melewati dari arah sebaliknya.
Meskipun berada di bahu jalan, namun kawasan pedagang PKL di KS Tubun cukup ramai. Hal tersebut terbukti dengan suasana yang susah ramai bahkan sebelum azan Ashar. Para pedagang sudah mulai terlihat membuka lapaknya masing-masing dan mendirikan tenda-tenda.
Menurut salah satu pedagang, Siti Fatimah, dirinya mengaku selalu ramai pembeli saat bulan puasa ini. Karena menurut pedagang es thaitea ini, orang-orang memburu es dan takjil lainnya untuk berbuka puasa.
“Alhamdulillah sejak awal puasa selalu ramai,” jelasnya, Kamis (9/5/2019).
Keberadaan PKL di ruas jalan KS Tubun ini bukan tanpa sebab. Menurut Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Saepudin Jupri, keberadaan pedagang PKL tersebut merupakan hasil relokasi dari para pedagang PKL yang ada di ruas jalan RA Kartini dan Alun-Alun Kejaksaan. Karena kedua tempat tersebut merupakan kawasan tertib lalu lintas dan bebas dari PKL.
“Relokasi ke KS Tubun ini dinilai paling rasional dan diterima. Apalagi, jalan KS Tubun paling dekat dengan kedua tempat tadi,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply