Press ESC to close

Berhasil Diselamatkan, Begini Fakta Bocah Asep yang Tak Sengaja Telan Peluit

  • December 21, 2018

DEJABAR.ID – Menjelang tahun baru, netizen sempat dihebohkan dengan beredarnya berita mengenai bocah yang bersuara seperti terompet karena tak sengaja menelan peluit.
Asep Yahya, bocah berusia 9 tahun itu menelan peluit berukuran dua sentimeter. Namun, karena keadaan ekonomi, keluarga tidak langsung membawa Asep ke rumah sakit.
Asep yang tinggal bersama orangtuanya di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, ketika menghela napas panjang, akan terdengar suara mirip terompet dari mulut Asep. Selain itu, Asep juga akan merasa sesak apabila berjalan jarak jauh. Napasnya menjadi terengah-engah.
Hal tersebut disampaikan oleh ayah Asep, Subandi (54). Peluit itu secara tak sengaja tertelan Asep pada Oktober 2018 lalu, seperti yang diberitakan oleh liputan6.com.
Berikut fakta-fakta mengenai bocah Asep menelan peluit secara tak sengaja.

  1. Tertelan Saat Bermain Peluit

Peristiwa menelan peluit terjadi saat Asep bermain di rumah bibinya pada 14 Oktober 2018 silam.
“Kejadiannya pas Asep lagi main bersama anak bibinya. Saya kaget saat bibinya datang dan bilang anak saya menelan peluit,” ujar ayah Asep, Subandi, dikutip dari liputan6.com.
Asep memang sepintas terlihat baik-baik saja dengan tetap menjalani aktivitas sehari-hari. Namun, suara aneh akan langsung keluar ketika Asep bernapas panjang.

  1. Suara Seperti Terompet

Suara seperti bunyi terompet sesekali terdengar saat Asep Yaya menarik napas panjang. Menurut ayah Asep, Subandi (54), seperti yang dilansir dari liputan6.com setelah tak sengaja menelan peluit, anaknya sering merasa sesak sewaktu berjalan jauh. Bunyi terompet itu juga kerap terdengar saat anaknya menangis dan tidur.
“Kata dokter di puskesmas, peluit tersebut sudah masuk ke saluran pernapasan anak saya,” kata Subandi.
Ayah Asep, Subandi sempat membawa anaknya itu berobat ke Puskesmas Saguling untuk diberi penanganan pertama.
Namun, alat di puskesmas tidak memadai, sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Cahya Kawaluyan (RSCK), Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat. Sayangnya, dikarenakan Subandi belum memiliki BPJS, sehingga ia membawa anaknya untuk berobat kampung terlebih dahulu.
Subandi lantas memutuskan membuat BPJS dan segera membawa anaknya ke RSCK karena bunyi tersebut tak kunjung hilang. Namun Asep dirujuk kembali untuk ditangani di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung.
“Saya tidak membawanya ke RSHS karena dari mana uangnya, saya hanya bekerja menjaring ikan di waduk Saguling,” keluh Subandi.

  1. Peluit Berhasi Dikeluarkan

Setelah banyak laporan ke pemerintah setempat, Asep akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung untuk mendapat penanganan. Peluit berukuran dua sentimeter yang bersarang di saluran pernapasan Asep sukses dikeluarkan lewat tindakan medis selama setengah jam.
“Ini kita endoskopi jadi tidak ada sayatan. Jadi, posisi peluitnya ini ada di sebelah kiri dan memang tidak terlihat ketika di rontgen karena ini plastik,” kata Kepala KSM Ilmu Kesehatan THT-KL dokter Lina Lasminingrum.
Terkait insiden peluit tertelan, dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) anak dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Fikry Hamdan Yasin, SpTHT-KL, dikutip dari detikcom, menyebutnya sebagai kasus emergensi. Benda asing yang menyumbat saluran napas, menurutnya harus dikeluarkan segera agar tidak menyebabkan infeksi. (red/liputan6).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *