Press ESC to close

Berkah Ramadan, Omset Pedagang Timun Suri di Cirebon Meningkat

  • May 11, 2019

DEJABAR.ID, CIREBON – Berbuka puasa sangat dianjurkan dimulai dengan manis-manis. Karena itu, tidak jarang orang-orang yang berbuka puasa dengan menyantap segala hal yang manis-manis, seperti kolak, sirup, maupun es buah. Karena itu, para pedagang yang berhubungan dengan menu santapan berbuka puasa diserbu para pembeli. Salah satunya adalah pedagang timun suri.
Timun suri biasanya digunakan sebagai buah pelengkap dalam es buah atau es kopyor. Selain itu, juga dijadikan sebagai es timun suri, yang langsung dicampur dengan air sirup dan es. Meskipun rasa buahnya tidak begitu manis, namun timun suri cukup banyak diminati oleh orang-orang sebagai pelengkap minuman.
Karena itulah, Bulan Ramadhan merupakan berkah tersendiri bagi Pak Edi, pedagang timun suri di Cirebon, tepatnya yang berada di Desa Tegalsari Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon. Dalam sehari, dia bisa memperoleh omset Rp2 juta hingga Rp8 juta.
Pak Edi memulai berdagang timun suri sejak pukul 05.00 WIB hingga selesai Magrib. Dia menjual timun suri jenis Sulawesi, yang langsung diambil atau dipetik dari lahannya. Pembelinya pun bermacam-macam, dari mulai pedagang es buah, es kopyor, maupun konsumen langsung. Dia menjualnya Rp6000 per kilonya.
“Satu kilo itu bisa dapat tiga hingga empat buah, tergantung ukurannya,” jelasnya saat ditemui dejabar.id di lapaknya, Sabtu (11/5/2019).
Pak Edi mengakui, dia menjual timun suri milik petani timun suri yang lahannya berada tidak jauh dari lapak tempat dia berjualan. Dia menjualnya kepada masyarakat sekitar, dan bahkan mengirimkannya hingga keluar kota, seperti Bandung, Sukabumi, Jakarta, Tangerang, dan lain-lain.
“Mereka suplai buahnya dari sini, karena di sini banyak tanaman timun suri. Sekali kirim bisa sampai 4 ton,” jelasnya.
Menurut Pak Edi, di bulan puasa ini sedang musim panen. Bahkan, bisa sampai 5 kali panen. Karena itu, dia hanya berjualan timun suri di bulan puasa saja. Di luar bulan puasa, dia berjualan buah-buahan saja seperti jeruk, buah naga, apel, anggur, dan lain-lain. Meskipun begitu, dia juga tetap berjualan timun suri. Namun stok dan omsetnya tidak sebanyak di bulan puasa.
“Alhamdulillah bulan puasa ini omsetnya meningkat,” pungkasnya.(Jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *