Bupati Bogor Harap Swasta ikut Terlibat Pembangunan Jalan Rencana Puncak 2


Dejabar. Id, Bogor – Jalan raya Puncak Dua anti buka tutup ke dan dari lokasi wisata Puncak, Bogor.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanudin ingin pihak swasta membantu pembukaan jalan Poros Tengah Timur atau kerap dikenal Puncak 2. “Kita ingin swasta berpartisipasi dan salah satu yakni PT Prolindo Utana Karya menghibahkan lahan paling luas dan lebar” ucap Burhanudin saat memuji perusahaan tersebut, Minggu 15/11/2020.

Merespon hal itu Koperasi Bogoh Bumi Sunda (BBS) kemudian merespon hal itu dengan menawarkan diri untuk ikut berkontribusi aktif membantu membuka jalan Poros Tengah Timur di Kecamatan Sukamakmur yang melintasi 5 desa yaitu Desa Cibadak, Desa Sukamakmur, Desa Sukamulya, Desa Sirnajaya dan Desa Wargajaya yang akan menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Cipanas, Kabupaten Cianjur.

Wakil Ketua Koperasi BBS Moh Gunawan menyatakan bahwa pembangunan jalur alternatif itu secara faktual memang diperlukan untuk memecah kemacetan lalu lintas di kawasan Puncak yang kian parah. “Dengan dibukanya jalan itu selain mempermudah akses masyarakat guna mendongkrak perekonomian warga juga akan mendorong geliat perekonomian saat pandemi Covid-19.,” ucapnya kepada wartawan Senin 16/11/2020.

Demi terwujudnya jalan tersebut maka para pengusaha dan warga dilintasan jalan tersebut diharapkan dengan riang gembira menghibahkan tanahnya kepada Pemkab Bogor karena kemudian sudah terbukti pembukaan awal jalan itu dilaksanakan melalui Program Karya Bakti TNI Skala Besar Kodim 0621 Kabupaten Bogor tahun 2020.
“Maka koperasi BBS merasa perlu untuk secara nyata ikut bersama-sama dengan Pemkab dan Kodim Kabupaten Bogor berkontribusi mewujudkan program melanjutkan pembukaan jalan tersebut sampai perbatasan Cianjur tanpa harus menggunakan anggaran negara” ulasnya.

Ditambahkan Moh Gunawan bahwa dari perspektif kemanfaatan potensi faktor alam maka pembangunan jalan tersebut sangat memungkinkan dibuka dengan pelibatan pihak swasta.” Sebab kami sudah memperhitungkan bahwa dari azas kemanfaatan material sisa dari pekerjaan penyiapan pembukaan jalan tersebut, kecenderungan kemanfaatan itu cukup untuk membiayai. Intinya, jalan yang akan jadi anti buka tutup Puncak itu optimis akan terwujud” tegasnya.

Ekses pembukaan jalan seperti pembayaran kadeudeuh para petani penggarap, kadeudeuh terhadap selain tanaman dan bangunan milik warga yang terlalui, idealnya diinventarisir secara bersama oleh aparat Pemkab Bogor. Dampak lain terkait dengan kecenderungan resiko longsor dari tebing-tebing tinggi, yang idealnya harus dilandaikan agar tidak beresiko saat bekerja dan atau pasca pekerjaan selesai. Keseluruhan sumber dananya berasal dari tata kelola yang dilakukan oleh koperasi BBS.

“Kami sudah mempersiapkan diri untuk mengerjakannya sesuai dengan lingkup pekerjaan penyiapan lahan jalan yang ditentukan oleh Pemkab Bogor, dengan tetap mengedepankan kerjasama yang dinamis dengan masyarakat, BUMD aparat pemerintah dan lainnya sehingga dicapai target seperti perencanaan Pemkab” jelas Moh Gunawan mantan Pemred Menit Tv asuhan dari Oesnan Sapta Odang.

Seperti diketahu bahwa jalan Poros Tengah Timur tersebut adalah cita-cita Pemkab Bogor termasuk menjadi salah satu harapan dari Presiden Joko Widodo karena bisa menjadi solusi mengatasi kepadatan jalur Puncak yang hanya mampu dibuka tutup untuk meminimalisir kepadatan saat ini.