Dalam Sosialiasi 4 Pilar MPR RI, TB. Hasanuddin Ingatkan Masyarakat Pegang Prinsip Kebhinekaan


TB. Hasanuddin Kembali melakukan Sosialisasi 4 Pilar MPR yang dilaksanakan secara terbatas dengan prosedur protokoler kesehatan Covid – 19 pada Rabu (24/3) di Gedung Islamic, Sumedang. Acara dihadiri oleh masyarakat yang tersebar di Kecamatan Ujung Jaya, Jati Gede, Jatinunggal dan Tomo.

Dalam kesempatan tersebut Anggota DPR RI Mayjend TNI (Purn) DR. H. TB. Hasanuddin, SE., yang berasal dari Dapil 9 Jawa Barat, mengingatkan masyarakat agar memegang prinsip kebhinekaan dalam berbangsa. Hal ini penting mengingat masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku dan agama. “Sementara Para pendiri bangsa ini sudah merumuskan dan bersepakat bahwa Indonesia menganut kebhinekaan. Artinya kita bisa berbeda-beda dalam suku dan agama namun tetap satu ikatan bangsa,” jelas Hasanuddin.

TB. Hasanuddin mengatakan sosialisasi empat pilar MPR-RI ini merupakan wujud rasa nasionalis yang harus kita pupuk, dimana pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NKRI 1945 Sebagai konstitusi negara, ketetapan MPR NKRI sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara.

Kebhinnekaan merupakan kekayaan Indonesia yang harus diakui, diterima dan dihormati. Untuk itu, kemajemukan harus dipelihara dan di pertahankan dan terus dikembangkan.
Keberagaman ini terwujud dalam Bhinneka Tunggal Ika dan yang menjadi perekat dan pengikat kerukunan bangsa adalah nilai-nilai yang menjadi kekuatan dan pendorong untuk mencapai cita-cita bangsa yakni tumbuh dan hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat dan nilai itu telah terkandung dalam sila-sila Pancasila.

Menurutnya, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan majemuk terdiri atas berbagai suku, bahasa dan budaya, agama, dan adat istiadat. “Kemajemukan ini merupakan kekayaan, tapi sekaligus menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia,” Ungkap Hasanuddin.

Dalam menghadapi tantangan ini diperlukan kebersamaan dan persatuan dalam menghadapi dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara baik yang datang dari dalam maupun dari luar negeri.

Pancasila, kata TB. Hasanuddin sebagai ideologi negara harus dipahami bersama secara terbuka dengan wacana dan dialog dalam masyarakat. Kami berharap sosialisasi empat Pilar kepada masyarakat akan menjadi corong ataupun perpanjangan mulut pemerintah dalam membina kehidupan berbangsa yang rukun dalam kerangka NKRI dan berdasar negara Pancasila. Dan terutama generasi muda sebagai penerus bangsa untuk secara sadar memahami Pancasila dan UUD 45.