DEJABAR.ID – Belum lama ini media sosial diramaikan memperbincangkan tentang Anton Budi (39), pengemudi ojek online yang tetap mengantar pesanan Go-Food untuk pelanggannya meski motornya hilang dicuri saat memesan makanan, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (22/5/2019) silam.
Pasalnya, setelah Fitro Dharma Hermawan, si pemesan makanan, menceritakan kisah Anton dan menjadi viral di dunia maya, Anton berhasill meraih 2.502 simpati warganet melalui platform penggalangan dana Kitabisa.com. Selama penggalangan dibuka selama 6 hari, total donasi yang disumbangkan warganet mencapai Rp 90,6 juta dari target donasi Rp 18 juta. Nominal tersebut jelas berkali-kali lipat melampaui harga motornya yang hilang dicuri.
Bukan hanya itu, dia juga dihadiahi satu unit sepeda motor oleh perusahaan tempatnya bekerja, Go-jek sebagai apresiasi.
Dilansir dari kompas.com, hal pertama yang terlintas di benak Anton saat mengetahui dirinya mendapatkan Rp 90 juta dari warganet yang simpati atas kisah inspiratifnya hanyalah nasib anak-anaknya.
Sebab, biaya pendidikan, terutama perguruan tinggi, belum sepenuhnya terjangkau bagi masyarakat dengan tingkat finansial seperti dirinya.
“Saya bercita-cita supaya bisa memberikan pendidikan setinggi-tinggnya untuk anak saya. Jangan sampai kayak orangtuanya, buruh,” ujar pria kelahiran Wonosobo itu seperti yang dikutip dari kompas.com.
Anton berharap, uang puluhan juta yang ia terima bisa berguna buat mewujudkan impiannya menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi, terutama anak pertamanya yang tak lama lagi akan lulus dari bangku SMA.
“Uang ini, kalau saya pribadi untuk mudik itu nomor dua, walaupun besok duluan dipakai. Tapi, yang utama buat anak-anak sekolah. Ya, walaupun sekarang semua biaya pendidikan ditanggung pemerintah, siapa yang bisa jamin anak-anak saya nanti bisa masuk (universitas) negeri semua? Belum tentu juga yang sulung ini bisa masuk negeri. Kalau enggak kan butuh uang lebih banyak lagi,” tutur Anton menjelaskan.
Anton pun mengikti sepenuhnya pada teknis pencairan dana secara bertahap dari Kitabisa.com sebagai platform yang menampung donasi baginya. Ia tak yakin, jika langsung cair begitu saja, dana yang awalnya direncanakan bagi pendidikan anak-anaknya bisa bertahan hingga impian itu terwujud.
Leave a Reply