DEJABAR.ID, MAJALENGKA – Pasca kerusuhan yang terjadi pada aksi 21-22 Mei 2019 di Jakarta, para politikus menyanyangkan aksi tersebut yang semestinya tidak terjadi.
“Secara pribadi, saya sebagai anak muda ingin tercipta situasi yang damai,” kata Politikus muda, dari Partai Amanat Nasional (PAN) Hj Farah Puteri Nahlia, seusai menggelar Buka Bersama dengan Paguyuban Nenk Farah, di salah satu rumah makan, di Majalengka, Senin (27/5/2019).
Menurut Farah, jika ada perbedaan pendapat, pihaknya sangat setuju, karena negara Indonesia merupakan negara demokrasi, tapi alangkah baiknya sampaikan dengan cara-cara yang lebih elok lagi.
“Kalau disampaikan seperti itu, menurut saya tidak menghasilkan apa-apa, malahan bayak korban yang berjatuhan,” ujar Farah yang saat ini terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024 dari Dapil Sumedang, Majalengka dan Subang ini.
Farah berharap, setiap menyampaikan protes maupun berbagai pendapat harus dengan cara santun, jangan dengan cara arogansi yang dapat meresahkan masyarakat.
“Saya pribadi di Parlemen sebagai wajah baru. Namun, kami ingin kedepannya selalu bersikap dan menegakan dengan namanya politik santun,” bebernya.
Farah menambahkan, bahwa menyikapi pasca Pemilu 2019 ini, pihaknya mengajak untuk mendahulukan Bhineka Tunggal Ika. Yaitu, meski berbeda namun satu tujuan.
“Meski sebelumnya, sebelah kanan pilih A dan sebelah kiri pilih B, tapi diatas segalanya, tetap saya bilang itu adalah NKRI harga mati dan tidak ada lebih dari kedaulatan Indonesia,” tegasnya.
Oleh karena itu, ia pun mengajak kepada para relawannya yang ada di daerah dapilnya, untuk melupakan semua perselisihan.
“Terlebih saat ini di bulan Ramadhan, ini benar-benar waktu yang tepat untuk saling memaaf-maaf’an dan menjalin silahturahmi serta tetap jaga kedamaian, karena saya yakin, apa pun yang terjadi Indonesia kedepannya tetap maju,” tukasnya.(jja)
Leave a Reply