Dekati Kaum Santri, PKS Majalengka Gelar Lomba Baca Kitab Kuning


DEJABAR, MAJALENGKA – Sejumlah cara dilakukan untuk menjaga budaya Islam. Salah satunya digelar melalui Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK) yang digelar DPD Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Lomba yang masuk babak seleksi tingkat Pondok Pesantren (Ponpes) se-Kabupaten Majalengka tersebut, digelar untuk memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) dan sekaligus sebagai bentuk komitmen Fraksi PKS untuk memperjuangkan pendidikan umat.

Kegiatan LBKK yang bertujuan untuk mencari peserta lomba baca kitab kuning tingkat Nasional tersebut diikuti oleh 23 pendaftar. Diantaranya, 19 peserta putra dan 4 peserta putri yang berasal dari perwakilan berbagai pondok pesantren.

Peserta yang mengikuti kegiatan seleksi LBKK itu, kebanyakan dari para santri millenial. Bahkan, generasi digital juga ikut antusias menjadi peserta dalam kegiatan tersebut.

Uniknya, ada juga salah seorang santri muda perempuan membaca kitab kuning dengan memakai stiker love. Stiker love itu sendiri, menandakan anak muda. Hal ini lantaran yang mempelajari kitab kuning tersebut, biasanya kebanyakan dilakukan oleh santri tua.

Sementara berdasarkan hasil LBKK Fathul Mu’in FPKS Majalengka tersebut, juara 1 diraih oleh Miftah Z A (20) berasal dari Ponpes Mansyaul Huda, Desa Heuleut, Kecamatan Kadipaten Majalengka, Kabupaten Majalengka.

Sedangkan, juara 2 diraih Moch Azmi Maulana Murobbi (21) dari Ponpes Darul Muta’alimin, Cikasarung, Majalengka dan juara 3 didapat oleh Muhammad Naufal Baqir (16) berasal dari Ponpes Al-Madani Cikalong.

“Bahkan, hari ini, Miftah Z A, tengah mengikuti penyisihan lomba LBKK tingkat Jawa Barat. Semoga saja peserta perwakilan dari Majalengka mendapatkan juara yang terbaik,” ungkap Ketua Pelaksana, Mefi Hanafi, Sabtu (4/12/2021).

Menurut Mefi, bahwa lomba baca kitab kuning yang diinstruksikan langsung oleh DPP PKS tersebut, dimaksudkan untuk lebih mensyiarkan kitab kuning kepada masyarakat, dalam hal ini PKS bekerjasama dengan pondok pesantren.

Ini bertujuan, kata dia, untuk menghidupkan kembali kajian kitab kuning yang mungkin di masyarakat sudah jarang digunakan sebagai bahan pembelajaran. Padahal, kitab kuning ini merupakan pedoman dalam kehidupan.

“Seperti ilmu fiqih, ilmu bahasa arab dan ilmu lain-lainnya. Oleh karena itu, kita coba menghidupkan kembali semangat untuk mengkaji kitab-kitab karangan para ulama terdahulu,” jelasnya.

Dia menegaskan, bahwa kegiatan tersebut juga sebagai salah satu jalan PKS untuk mempererat tali silaturahim antar pondok pesantren dan juga sekaligus upaya untuk mengambil dukungan dari pihak pesantren itu sendiri.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kabupaten Majalengka, Roni Setiawan menambahkan, bahwa kegiatan LBKK tersebut, merupakan bentuk konsisten yang dilakukan oleh Partai Keadilan Sejahtera, khususnya Fraksi PKS. Baik itu yang ada di tingkat pusat sebagai pionirnya sampai kepada tingkat kabupaten.

“Ini merupakan bukti bahwa PKS sangat konsisten dengan prinsip-prinsip Islam Ahlus Sunnah Wal-Jama’ah,” ucap Roni.

Tentunya ditegaskan Roni, bahwa ini juga sekaligus menjadi bukti, bahwa PKS begitu menghormati para ulama, pesantren dan santri yang biasa melaksanakan tradisi secara ilmiah dalam mempelajari prinsip-prinsip Islam Ahlus Sunnah Wal-Jama’ah.  (Jfn)