Press ESC to close

Destinasi Wisata Green Canyon dan Ciwayang Ditutup Sementara

  • November 14, 2018

DEJABAR.ID, PANGANDARAN – Intensitas hujan deras yang melanda wilayah Pangandaran dan sekitarnya sejak Senin (12/11/2018) mengakibatkan bencana banjir dan longsor di beberapa lokasi. Hal tersebut berdampak terhadap beberapa destinasi wisata yang terpaksa harus ditutup sementara waktu.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Undang Sohbarudin menyebutkan bahwa penutupan sementara  destinasi wisata Grenn Canyon karena volume air sungai terlalu tinggi.
“Objek wisata Green Canyon  terpaksa ditutup sementara karena faktor air sungai. Dan penutupan sementara itu sesuai dengan SOP,”ujarnya saat dihubungi dejabar.id. Rabu (14/11/2018).
Jika dipaksakan untuk buka, kata ia, khawatiran terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kepada wisatawan maupun  pengelola.
“Kalau objek wisata lainnya tetap dibuka, seperti Pantai Timur dan Barat Pangandaran  masih buka seperti biasa karena kondisinya normal dan aman dikunjungi wisatawan,” paparnya.
Undang menegaskan bahwa objek wisata Pantai Pangandaran masih aman untuk dikunjungi dan terbuka bagi seluruh wisatawan yang akan menghabiskan waktu liburan di Pantai.
“Bahkan dalam waktu dekat kami ada kegiatan besar yang akan diselenggarakan di Pangandaran dan itu sudah konfirmasi ke saya,” kata Undang.
Sementara itu, Ketua Kompepar Objek Wisata Green Canyon, Baban Rusmayadi mengakui bahwa air di sungai cukang taneuh atau grenn canyon sempat mencapai ketinggian enam meter pada pagi hari.
“Insya allah kalau air sungai sudah normal lagi besok juga akan dibuka lagi,” ucap Baban.
Selain Green Canyon. Destinasi Wisata lainnya yang juga ditutup yakni Ciwayang, pasalnya, air di sungai Ciwayang meluap dan arusnya yang sangat deras.
“Ketinggian air mencapai 10 meter dan itu sangat berbahaya untuk kegiatan body rafting,”jelas Ujang pengelola wisata Ciwayang.
Menurut Ujang, Para pemandu wisata pun merasakan rugi akibat penutupan tersebut. Karena mereka satu kali memandu wisata bisa dapat Rp 100 ribu.
“Ya kalau di hitung semua itu ada 30 pemandu, setiap hari bisa dapat Rp 3000.000. Tapi sekarang semuanya sama tidak bisa bekerja seperti biasa,” tutupnya. (dry) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *