Di Balik Ramainya Rest Area 207A Tol Palikanci Selama Arus Mudik, Banyak Kantin Malah Sepi


DEJABAR.ID, CIREBON – Selama arus mudik dan balik Lebaran 2019, Rest Area 207A Tol Palikanci, Mundu Kabupaten Cirebon, mengalami peningkatan. Tercatat, terjadi kenaikan sebanyak 3% kendaraan yang masuk dibandingkan arus mudik dan balik tahun lalu.

Meskipun terjadi peningkatan, hal tersebut berbanding terbalik dengan pendapatan atau pemasukan kantin-kantin yang berada di Rest Area 207A Tol Palikanci. Sebab, pemasukan mereka justru berkurang setengahnya, dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Menurut salah satu pedagang di kantin, Siti menuturkan, meskipun pengunjung yang datang banyak dan selalu ramai di musim mudik dan balik, tapi kantin miliknya sepi. Hal itu dikarenakan pengunjung mayoritas mendatangi pedagang-pedagang lesehan dadakan yang berjualan di sekitar rest area.

“Pengunjungnya sama saja banyak, cuman pemasukan berkurang. Kebanyakan pengunjung datang ke lesehan dadakan,” jelasnya, Jumat (14/6/2019).

Meskipun begitu, lanjutnya, dirinya tidak mengambil pusing akan hal itu. Apalagi, setiap harinya masih ada pengunjung yang datang ke kantinnya. Nantinya juga setelah hari-hari biasa dan pedagang lesehan dadakan tersebut sudah tak ada, maka kantin miliknya akan seperti biasa lagi.

“Nanti juga biasa lagi,” jelasnya.

Keberadaan pedagang-pedagang lesehan dadakan ini mulai bermunculan saat musim mudik dan balik tiba. Mereka membuka tenda-tenda di sekitar Rest Area yang biasanya dimulai pada H-10 hingga H+10 Lebaran. Sehingga, masih ada sisa 3 hari lagi hingga berakhirnya arus balik lebaran.

Menurut Manager Rest Area 207 Tol Palikanci, Dede Ahmad Nurhadi, untuk tenant-tenant khusus event lebaran sudah penuh. Area yang dijual tahun ini sudah habis dan tidak ada sisa.

“Jumlahnya sekitar 20 tenant, karena kita terbatas,” jelasnya.

Tenant-tenant tersebut, lanjutnya, memanfaatkan lahan-lahan kosong di sekitar Rest Area, sebagai tempat menggelar lapak. Meskipun begitu, mereka dilarang untuk menggelar lapak di area parkir.

“Kita manfaatkan lahan yang bisa dijual selain area parkir. Kita mematok biaya sewa tenant yang ditentukan dari pusat,” pungkasnya.(Jfr)