DEJABAR.ID, MAJALENGKA – LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Majalengka, bersama perwakilan masyarakat Desa Garawangi, Kecamatan Sumberjaya, Majalengka, mendatangi Kantor Disnakerin Kabupaten Majalengka, Selasa (23/7/2819).
Kedatangan mereka ke kantor tersebut, terjadi lantaran pabrik PT. Embee dalam hal rekrutmen tenaga kerja diduga tidak memberikan ruang kesempatan kerja kepada masyarakat sekitar.
Bahkan, ada pula tudingan bahwa pihak pabrik, tidak transparan dan tenaga kerja di PT. Embee, didominasi tenaga kerja dari luar daerah.
Sehingga kebijakan yang diduga tidak memenuhi unsur keadilan itulah yang mengantarkan GMBI dam masyarakat sekitar protes keras melalui audensi di Kantor Disnakerin tersebut.
Ketua GMBI Distrik Majalengka, Agustinus Subagja, melalui Sekdis I, Yayat Supriyatna dan Sekdis II, Akim T Budiarto menegaskan, bahwa pihaknya menuntut agar dalam rekrutmen tenaga kerja. PT. Embee serap tenaga kerja putra daerah, bukan karena tenaga kerja titipan dari pihak tertentu.
“Kita ke Disnakerin Majalengka ini, yaitu untuk mendampingi warga Desa Garawangi. Yaitu, ada beberapa tuntutan, diantaranya, rekrutmen tenaga kerja harus diutamakan warga setempat,” katanya.
Selain itu, menurut dia, pihaknya juga meminta pihak pabrik harus memberikan 10 persen air bersih, karena semenjak berdirinya pabrik tersebut, di Desa Garawangi mengalami kekeringan.
Disinggung alasan, tidak diterimanya warga Garawangi di PT. Embee tersebut, menurut Akim, bahwa berdasarkan hasil audensi itu.
Ternyata kata dia, hanya ada mis komunikasi saja. Bahwa surat lamaran dari warga Garawangi tersebut, tertahan di Satpam pabrik tersebut.
“Yang kemarin-kemarin melamar melalui Satpam, ternyata tertahan di Satpam juga. Mungkin terindikasi para pelamar dari Desa Garawangi tidak memberi uang, sedangkan dari luar Desa Garangwangi memberikan uang, ini yang mengakibatkan tertahan surat lamaran tersebut,” jelasnya.
“Namun, alhamdulilah, hasil dari audensi ini, semua tuntutan kita akan dipenuhi. Karena katanya, hanya ada mis komunikasi saja. Namun tetap kita dari GMBI akan terus mengawal persoalan ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Disnakerin Kabupaten Majalengka, Sadili mengungkapkan, bahwa hasil dari dialog ini, antara pihak perusahaan dengan masyarakat sudah ada kesepakatan, bahwa dalam perekrutan tenaga kerja pihak PT. Embee akan melibatkan warga sekitar.
“Pada intinya, kita menjembati untuk mencari titik temu atau mencari jalan solisinya antara pihak industri dengan masyarakat, karena dengan dibicarakan bersama atau pun di dialogan seperti ini, maka akan diselasaikan dengan baik,” tukasnya. (jja)
Leave a Reply