DEJABAR.ID, TASIKMALAYA – Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Hamdani mengungkapkan, Kabupaten Tasikmalaya sejak 2018 diprioritaskan sebagai lokus Stunting oleh pemerintah pusat.
Hal tersebut seperti yang diungkapkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dadan Hamdani usai melaksanakan workshop Stunting di salah satu hotel di Tasikmalaya, Kamis (27/06/2019).
“Ya sejak 2018, kabupaten Tasik diprioritaskan sebagai lokus stunting oleh pusat. Kita terus meningkatkan upaya penurunan angka stunting di sini, salah satunya dengan workshop ini,” ungkap Dadan kepada Dejabar.id.
Dadan menambahkan, kasus stunting di Kabupaten Tasikmalaya tiap tahunnya terus menurun. Untuk tahun 2018 ada sekitar 41,75% dan di tahun 2019 menurun ke 33%.
“Kita terus berusaha menurunkan stunting, Alhamdulillah pada tahun 2018 angka stunting di Kabupaten Tasik sekitar 41,75% dan menurun di tahun 2019 sekitar 33%. Dan mudah-mudahan setiap tahun terus menurun,” tambahnya.
Adapun gelaran workshop stunting yang diikuti perwakilan dari 10 desa lokus stunting di 6 Kecamatan, menurut Dadan bertujuan guna membangun sinergitas pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya dengan harapan bisa menekan angka stunting.
“Ya kita bangun sinergitas melalui workshop ini. Harapannya dengan terbangunnya sinergitas antar pelayan kesehatan, kasus stunting di Kabupaten Tasik bisa ditekan,” pungkasnya.(Ian)
Leave a Reply