Mangkir Tiga Kali dari Panggilan Kajari, FA Akhirnya Dijebloskan ke Lapas Kelas II B Tasikmalaya


DEJABAR.ID, TASIKMALAYA – Sempat mangkir tiga kali dari panggilan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, FA, yang merupakan anggota tim pengelola kegiatan pelaksana proyek pengerjaan TPT di desa Sukahening akhirnya dibekuk tim penyidik kejaksaan dan dijebloskan ke lapas kelas II B Tasikmalaya, Kamis (27/06/2019).

FA dijebloskan selang dua hari setelah oknum Kades Sukahening, UD, dijebloskan kepenjara oleh pihak Kejari Kabupaten Tasikmalaya. FA dinilai tak kooperatif karena tidak menggubris tiga panggilan pihak Kajari dan kali keempat pemanggilan, FA tidak berkutik dihadapan penyidik dan langsung digelandang ke lapas menysusl oknum kades UD.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Sri Tatmala Wahanani menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik kejaksaan, 30 persen hasil potongan bankeu yang dilakukan UD diduga mengalir ke salah seorang anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya melalui tangan FAG.

“Kuat dugaan, melalui FA, 30% hasil potongan bankeu yang dilakukan oknum Kades UD mengalir kesalah satu Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya,” singkatnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Desa Sukahening merupakan salah satu desa yang mendapat bankeu sebesar Rp2.140.000.000 dari APBD Kabupaten Tasikmalaya tahun 2017 untuk peningkatan sarana dan prasarana desa yang terbagi dalam 23 titik kegiatan.

Atas perbuatan oknum kades dan FAG ini, negara telah dirugikan sebesar Rp878.747.654. Angka kerugian tersebut muncul dari pajak kurang bayar sebesar Rp116.820.000, potongan bankeu 30 persen atau Rp209.500.000 dan pekerjaan fisik TPT yang tidak sesuai standarisasi mutu sebesar Rp472.472.654.(Ian)