
Bekasi – Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot mengalami peningkatan biaya beban pegawai yang hampir setara dengan penyertaan modal yang diberikan oleh Pemerintah Kota Bekasi.
Sekretaris Rumah Apirasi Azka Zine mengatakan penyertaan Modal dan pengeluaran beban pegawai hampir berimbang, dalam catatan atas laporan keuangan PDAM Tirta Patriot, beber Azka, adanya peningkatan beban gaji pegawai PDAM Tirta Patriot sebesar Rp536.707.244,-. Beban pegawai pada tahun 2017 tercatat sebesar Rp26.088.172.077,- yang kemudian pada tahun 2018 meningkat menjadi Rp26.624.879.321,-.
“Dalam rincian beban keuangan kepegawaian tahun 2017-2018, tercatat ada peningkatan pembayaran gaji pegawai sebesar Rp536.707.244,-. yang berarti adanya penambahan jumlah pegawai pada periode tersebut,” beber Azka kepada dejabar.id Rabu (6/5/2020)
Berdasarkan data dan informasi yang kami dapatkan, periode 2019-2020 diwarnai dengan perekrutan pegawai PDAM Tirta Patriot secara diam-diam tanpa adanya proses seleksi. Para pegawai tersebut merupakan “titipan” para eksekutif, legislatif maupun yudikatif.
“Saya menduga ada praktik “titipan” para pejabat yang menjadi pegawai PDAM Tirta Patriot tanpa ada seleksi kepegawaian yang jelas selama Solihat menjabat. Karena balas jasa, PDAM Tirta Patriot “Over Load Pegawai,” pungkasnya.
Penyertaan modal tahun 2017 sebesar 26.000.000.000 dan tahun 2018 sebesar 20.000.000.000 setara dengan pengeluaran beban pegawai PDAM TP, tanpa ada peningkatan PAD untuk Kota Bekasi.
“Penyertaan modal yang digelontorkan oleh Pemerintah Kota Bekasi setara dengan biaya beban pegawai, Wali Kota Bekasi harus segera mengevaluasi kinerja dirut selama 2 tahun indikasi banyak penambahan pegawai tanpa ada peningkatan PAD” ucapnya. (Mad).
Leave a Reply