Press ESC to close

PDAM Tirta Patriot Terancam Bangkrut, Komisi I Jadwalkan Pemanggilan Solihat

  • May 8, 2020

Bekasi – Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi Abdul rozak, mengatakan bahwa pihaknya memang sedang mengagendakan pemanggilan Direktur Utama PDAM Tirta Patriot dalam waktu dekat.

Pemanggilan tersebut, kata dia, merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang diterima pihaknya terkait dugaan rekruitmen pegawai PDAM Tirta Patriot yang dilakukan tanpa adanya proses seleksi.

“Sampai detik ini, kami belum mengetahui jumlah pegawai dan pelanggan eksisting PDAM Tirta Patriot, yang tentunya kami harap postur dan bobot keduanya tidak melanggar aturan dan perundangan yang berlaku,” ucap Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi Abdul Rozak kepada dejabar.id, Jum’at (08/05/2020).

Kemudian terkait dengan rekruitmen pegawai, kata dia, Solihat selaku Direktur Utama PDAM Tirta Patriot harus menggelar proses dan seleksi tersebut dengan terbuka dan transparan, sesuai dengan permendagri no 2 tahun 2007; yakni dengan seleksi tertulis.

“Terkait ada penerimaan pegawai, saya tidak pernah mendapat laporan ataupun melihat pengumuman seleksi pegawai di PDAM Tirta Patriot. Kalaupun pun ada, berarti Solihat telah melanggar aturan. Tentunya jumlah pegawai yang besar akan membebani anggaran, sedangkan PAD yang disetorkan sangatlah minim,” ujar pria yang akrab disapa Bang jack ini.

“Jangan hanya minta penyertaan modal tiap tahun, penggunaannya tidak pernah dilaporkan dan peningkatan kinerja tidak ada ” pungkasnya.

Sementara terpisah, Direktur CBA (Centre of Budget Analysis) Uchok Sky Khadafi menilai bahwa kenaikan beban biaya gaji dan tunjangan pegawai PDAM Tirta Patriot sebesar Rp377 Juta pada tahun anggaran 2018, sangatlah memberatkan keuangan perusahaan.

Kenaikan biaya gaji dan tunjangan tersebut, kata dia, sangat tidak masuk akal dan sangat menguras keuangan perusahaan pelat merah milik Pemerintah Kota Bekasi ini agar cepat bangkrut.

“Apalagi ditambah dengan adanya kenaikan sebesar Rp242 Juta untuk pembelian pakaian dinas. Ini kan sama saja seperti tidak mempunyai pikiran bahwa kenaikan anggaran tersebut sangat memberatkan perusahaan,” ujar Direktur CBA Uchok Sky khadafi

Oleh karena itu, Uchok mengaku bahwa pihaknya akan mendesak kepada Auditor BPK segera menggandeng KPK untuk menelusuri kenaikan beban biaya gaji dan tunjangan pegawai PDAM Tirta Patriot pada tahun 2018 silam.

“Kenaikan anggaran ini sangat mencurigai, lantaran mahal dan melonjak terlalu tinggi,” tegasnya. (Mad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *