Press ESC to close

Disdukcapil Kota Cirebon Terbitkan Kartu Identitas Anak

  • November 29, 2018

DEJABAR>ID, CIREBON – Sebagai salah satu bentuk Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon menerbitkan Kartu Identitas Anak (KIA), yakni kartu identitas pengganti KTP bagi anak-anak berusia 0 hingga 17 tahun kurang sehari.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Disdukcapil Kota Cirebon Sanusi saat penyerahan secara simbolis KIA kepada siswa Paud Manggarsari Kota Cirebon di Kantor Disdukcapil Kota Cirebon, Kamis (29/11/2018).
“Ini sebagai bentuk gerakan GISA atau Gerakan Indonesia Sadar Administrasi kependudukan,” jelasnya.
Sanusi menjelaskan, penerbitan KIA ini sesuai dengan Permendagri no 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak dan Perwali no 8 tahun 2018 tentang Kartu Identitas Anak Kota Cirebon.
Untuk tahun ini, jelas Sanusi, ditargetkan sekitar 6000 KIA yang akan diterbitkan, sesuai dengan ketersediaan blanko. Meskipun begitu, baru 4000 lembar KIA yang sudah dicetak dan jadi, yang nantinya akan dibagikan kepada pemegang kartunya.
“Mudah-mudahan di tahun depan, jumlah anak di Kota Cirebon sebanyak 120 ribu jiwa bisa memiliki KIA semua,” jelasnya.
Kartu Identitas Anak ini memiliki bentuk desain yang sama dengan KTP. Hanya saja, warnanya lebih cenderung pink atau merah muda. Data yang tercantum di KIA pun sama dengan yang ada di KTP. Hanya saja, ada penambahan data lainnya seperti Nomor Kartu Keluarga, Nama Kepala Keluarga, dan Nomor Akta Kelahiran.
Khusus untuk anak usia 0 hingga 5 tahun, lanjut Sanusi, belum disertai dengan foto. KIA akan disertai dengan foto jika anak sudah berusia 5 tahun ke atas.
“Foto itu sudah peraturan dari Permendagri tentang Kartu Identitas Anak,” jelasnya.
Untuk mengajukan KIA, lanjut Sanusi, orang tua anak cukup melengkapi data seperti akta kelahiran, kartu keluarga yang berdomisili di Kota Cirebon, dan KTP orang tua. Dan bagi anak yang sudah memiliki KIA ingin menggantinya dengan KTP ketika sudah berusia 17 tahun, maka bisa langsung cukup mengajukan saja, tidak perlu melakukan pelengkapan data lagi.
“Mudah-mudahan para orang tua bisa berbondong-bondong mendaftarkan anaknya untuk membuat KIA,” pungkasnya. (Jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *