dejabar.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto diserang SA (51) dan FD sebelumnya disebut FA (20), Kamis (10/10/2019) siang. Penyerangan terjadi saat Wiranto turun dari mobil di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang usai menghadiri sebuah acara di Universitas Mathla’ul Anwar. SA dan FD yang menyerang Wiranto tersebut kemudian diamankan oleh petugas yang ada di lokasi.
Aduy yang melihat langsung peristiwa penusukan di Alun-alun Menes bercerita awalnya pelaku laki-laki melukai Wiranto. Kapolsek Menes Kompol Dariyanto yang dekat dengan Wiranto mencoba menghalau dan menarik pelaku. Namun Dariyanto malah ditusuk oleh pelaku wanita.
“Yang tusuk Wiranto laki-laki, ditarik sama Kapolsek pelakunya. Pelaku lainnya yang perempuan langsung tusuk Kapolsek,” kata Aduy kepada Kompas.com di Alun – alun Menes, Kamis.
SA alias Abu Rara mendekati Wiranto dan berpura-pura sebagai warga yang hendak bersalaman dengan pejabat.
Wiranto dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, dan menjalani operasi setelah menderita dua tusukan pisau akibat serangan tersebut. Berikut ini adalah sejumlah fakta mengenai pelaku penyerang Wiranto, yang dikutip dari Tempo:
- Terafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah alias JAD Bekasi
Kedua pelaku diduga adalah bagian dari kelompok JAD Bekasi yang sebelumnya pernah dibekuk Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian. Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan mengatakan tersangka teroris memiliki kaitan dengan lima teroris yang sempat ditangkap polisi. Selain itu, mereka juga diindikasi akan melakukan serangan menjelang pelantikan Presiden Joko Widodo pada 20 Oktober mendatang.
“Sehingga harus kita dengar dan waspada,” kata Budi.
Kepolisian pada September lalu menangkap sejumlah nama yang berkaitan dengan Abu Rara di JAD. Mereka adalah Fazri Pahlawan alias Abu Zee Ghuroba selaku pemimpin kelompok, Surya Juniawan alias Haidar Al-Ghazi, Asep Roni, Awal Septo Hadi, Sandi Purnama alias Abu Said, dan Igun Gunawan alias Gunawan. Dua hari lalu, polisi juga menangkap polisi wanita Brigadir Dua Nesti Ode Samili yang diduga terpapar radikalisme melalui JAD Bekasi.
- Dipantau Badan Intelijen Negara selama tiga bulan
Budi Gunawan menyatakan pihaknya telah memantau kedua pelaku sejak tiga bulan lalu.
“Kita sudah pantau khusus pelaku ini tiga bulan yang lalu. (Dia) pindah dari Kediri ke Bogor, kemudian dari Bogor pindah ke Menes karena cerai dengan istri pertama,” kata Budi.
Dari hasil pemantauan intelijen, Budi Gunawan mengatakan Abu Rara diketahui beberapa kali mengumpulkan pisau. Sejauh ini, aparat hukum belum mengindikasi Abu Rara merakit bom untuk tindak terorisme. Tapi serangan teror bisa juga dilakukan menggunakan pisau, seperti yang dialami Wiranto.
Kepolisian masih mengonfirmasi jenis senjata yang digunakan untuk menyerang Wiranto.
“Antara gunting atau pisau, yang jelas sudah dipersiapkan oleh pelaku,” ujar Dedi Prasetyo.
Kendati demikian, berdasarkan foto yang beredar, senjata yang digunakan adalah kunai. Senjata berwarna hitam dengan bulatan di ujung pegangannya. Pada gagangnya, terdapat lilitan tali berwarna merah.
Kunai adalah senjata asal Jepang yang acapkali diasosiasikan dengan ninja. Khususnya, setelah alat itu kerap muncul dalam film maupun tayangan animasi asal negeri Sakura, misalnya Naruto.
- Terpapar JAD Lewat Media Sosial
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Markas Besar Kepolisian, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, membenarkan bahwa Abu Rara dan FD terkait dengan JAD Bekasi pimpinan Abu Zee. Kepolisian juga pernah menyebut nama keduanya pada September lalu.
“Abu Rara itu terpapar dari media sosial Abu Zee dan sempat dinikahkan di Bekasi dengan FA (Fitria),” kata Dedi, kemarin, Kamis, 10 Oktober 2019.
Ketika itu kepolisian tidak memasukkan kedua nama itu dalam daftar pencarian orang (DPO) atau pun ditangkap, lantaran Abu Rara dan FD hanya orang yang terpapar radikalisme. Artinya, kedua pelaku belum pernah melakukan serangan teror, sampai akhirnya tiba-tiba menyerang Wiranto, kemarin. Dugaan sementara, serangan dilakukan atas inisiatif mereka sendiri, belum terindikasi atas perintah jaringan JAD Bekasi.
- Diduga Mengincar Wiranto
Dedi Prasetyo mengatakan kedua pelaku penyerangan, yakni FD dan SA alias Abu Rara, mengetahui agenda kegiatan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Banten, Jawa Barat. Sehingga, kata Dedi, ada dugaan pelaku memang mengincar Wiranto. “Iya kegiatan kuliah umum yang dihadiri Wiranto itu memang acara yang diketahui secara luas di masyarakat,” kata Dedi.
Sumber: tempo.co dan kompas.com
Leave a Reply