Press ESC to close

Fakta Menarik  Peraih Juara Japan Open 2018

  • September 17, 2018

DEJABAR.ID – Turnamen bulu tangkis BWF World Tour Super 750, Japan Open 2018 telah berakhir Minggu (16/9/2018). Lima juara dari lima nomor yang dipertandingkan di final, telah naik podium. Indonesia berhasil meraih satu gelar pada nomor ganda putra lewat pasangan nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.
Ternyata, lima juara Japan Open 2018 ini ternyata punya fakta menarik. Apa saja?

  1. Marcus/Kevin kini berpeluang samai rekor Ricky/Rexy di Japan Open


Indonesia berhasil meriah satu gelar lewat ganda putra, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya. Ganda putra rangking 1 dunia yang menjadi unggulan 1 ini jadi juara setelah menang dengan cukup mudah atas pasangan juara dunia 2018 asal Tiongkok yang juga unggulan 2, Li Junhui/Liu Yuchen 21-11 21-13 dalam waktu 38 menit.
Marcus/Kevin berhasil mempertahankan gelarnya di Japan Open. Tahun lalu, Duo Minions–julukan Marcus/Kevin juara setelah mengalahkan ganda Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko. Dengan juara beruntun ini, Marcus/Kevin kini berpeluang menyamai ‘rekor’ ganda putra legendaris Indonesia, Ricky Subagja/Rexy Mainaky. Ricky/Rexy menjadi satu-satunya ganda putra yang pernah ‘hat-trick’ alias juara tiga kali beruntun di Japan Open pada 1995, 1996 dan 1997 silam.
Kevin sanjaya mengaku senang bisa mempertahankan gelar. Dia mengaku sudah mengantisipasi cara main Li/Liu yang mengubah pola menjadi lebih banyak bertahan. “Kami sudah siap dengan semua strategi mereka. Terlebih, di sini suasananya enak. Kami cukup nyaman bermain di sini. Walaupun bola (shuttlecock) nya berat tetapi kami bisa mengatasi,” ujar Kevin dikutip dari badmintonindonesia.org.

  1. Carolina Marin tunggal putri pertama Eropa yang bisa juara beruntun


Sementara di tunggal putri, pemain Spanyol, Carolina Marin memupuskan harapan tunggal putri Jepang, Nozomi Okuhara untuk bisa juara di negerinya sendiri. Duel antara dua juara dunia (Okuhara juara 2017 dan Marin juara 2018) ini dimenangi Marin melalui rubber game 21-19, 17-21, 21-11 dan menjadi final terlama dari lima final di Japan Open 2018 seperti dikutip dari badmintonplanet.com.
Sukses ini membuat Marin berhasil mempertahankan gelarnya di Japan Open. Tahun lalu, dia juara setelah mengalahkan pemain Tiongkok, He Bingjio. Dan, keberhasilan mempertahankan gelar ini menjadikan Marin (25 tahun), menjadi tunggal putri pertama asal Eropa yang bisa meraih gelar beruntun di Japan Open 2018.

  1. Kento Momota jadi tunggal Jepang pertama yang menjadi juara Japan Open


Koleksi gelar tunggal putra Jepang, Kento Momota kembali bertambah di tahun 2018 ini. Momota berhasil menjadi juara Japan Open 2018 setelah di final mengalahkan pemai Thailand, Khosit Phetpradab 21-14, 21-14 dalam waktu 49 menit.
Ini merupakan gelar kelima Momota di tahun 2018 ini. Sebelumnya, pemain 24 tahun ini menjadi juara di Vietnam International, Indonesia Open, Kejuaraan Asia dan Kejuaraan Dunia. Dan, menariknya, Momota menjadi tunggal putra Jepang pertama yang jadi juara di Japan Open sejak kali pertama digelar pada tahun 1977 silam.
“Saya tidak pernah membayangkan memenangi turnamen ini ketika saya bermain tiga tahun lalu. Saya telah memenangi turnamen impian dengan dukungan dari banyak orang. Saya senang menunjukkan kepada fans di rumah sendiri bahwa saya telah matang,” ujar Momota dikutip dari japantimes.co.jp.

  1. Yuki/Sayaka perpanjang dominasi Jepang di ganda putri


Kemenangan ini menjadi revans bagi Yuki/Sayaka yang dikalahkan Chen/Jia di semifinal Asian Games 2018. Dan, gelar di ganda putri ini juga mempertegas bahwa Jepang masih menguasai nomor ini. Di Japan Open tahun 2017 lalu, Jepang juag meraih gelar di ganda putri lewat pasangan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

  1. Zheng Siweo/Huang Yaqiong bawa Tiongkok “hat-trick” juara di ganda campuran


Sementara di ganda campuran, “perang saudara” dua ganda Tiongkok dimenangi oleh Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Unggulan 1 ini menang 21-19, 21-8 atas unggulan 2, Wang Yilyu/Huang Dongping dalam waktu 36 menit dan menjadi final tersingkat dari lima final di Japan Open 2018 seperti dikutip dari bwf.tournamentsoftware.com.
Gelar di Japan Open menjadi gelar kelima bagi Siwei/Yaqiong di tahun 2018 ini. Sebelumnya, ganda campuran rangking 1 dunia ini juara di Indonesia Masters 2018, Malaysia Open, Kejuaraan Dunia dan Asian Games 2018.
Gelar tersebut juga memperpanjang dominasi Tiongkok di nomor ganda campuran. Dalam tiga tahun berturut-turut, pemain Tiongkok berhasil meraih “hat-trik” juara du Japan Open. Tahun 2017 lalu, Wang Yilyu/Huang Dongping yang juara. Dan tahun 2016, Siwei juara saat masih bermain dengan Chen Qingchen. Bahkan, dalam enam tahun terakhir, Tiongkok bisa juara lima kali. Dua gelar sebelumnay diriah Zhang Nan/Zhao Yunlei tahun 2013 dan 2014.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *