DEJABAR.ID, PANGANDARAN – Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mulai melakukan persiapan penjagaan untuk menyambut libur Lebaran 2019. Salah satunya yaitu mengantisipasi kecelakaan laut dan serangan ubur-ubur. Antisipasi kecelakaan laut pihak Balawista memasang rambu atau spanduk himbauan di obyek wisata Pantai yang ada di Kabupaten Pangandaran.
Pemasangan Rambu atau spanduk oleh Balawista menyeluruh di setiap pantai yang ada di Pangandaran dari mulai Pantai Karapyak, Pantai Karang Nini, Pantai Timur dan Barat Pangandaran, Pantai Batu Hiu, Pantai Batukaras dan Pantai Madasari.
Sekretaris Balawista Pangandaran Asep Kusdinar Sekretaris menyebutkan, dalam rangka menghadapi libur lebaran 2019 pihaknya sudah mengecek berbagai peralatan seperti perahu Rescue, Oksigen, Obat-obatan dan lain-lain.
“Selain itu rambu-rambu larangan berenang juga sudah kita pasang diseluruh pantai. Kita sudah siapkan segalanya semaksimal mungkin,”ujarnya kepada Dejabar.id, Sabtu (01/06/2019).
Menurut dia, saat ini Pangandaran sudah memasuki musim kemarau, salah satu hal yang ditakutkan di musim kemarau yaitu serangan ubur-ubur jenis botol biru.
“Kekhawatiran saya karena ada informasi dari anggota, katanya ubur-ubur jenis itu sudah muncul di pantai Batu Karas namun belum begitu banyak,” sebut Asep.
Guna mengantisipasi serangan ubur-ubur, kata Asep, pihaknya menyiapkan sabun colek, cuka, air hangat dan pasta gigi atau odol. Jika masalahnya urgent nanti kita akan fokus ke ubur-ubur.
“Selain pantai Batu Karas, ubur-ubur juga kerap ditemukan Pantai Timur. Sedangkan di Pantai Barat hampir tidak pernah ditemukan hewan ubur-ubur, hanya di dua lokasi Batukaras dan Pantai Timur saja,” ungkapnya.
Asep menerangkan bahwa masyarakat yang akan berlibur ke Pangandaran tidak perlu khawatir, namun tetap harus waspada.
“Kami (Balawista – red) akan terus mengawasi pengunjung yang sedang berlibur ke pangandaran, kami jamin Pangandaran sangatlah aman,” tegas Asep.
Asep memaparkan, Selain serangan ubur-ubur, hal yang paling sering terjadi saat libur lebaran adalah anak-anak yang terpisah dari orangtuanya, kehilangan dompet dan lain-lain.
“Untuk pengamanan di pantai, kami dari Balawista menerjunkan sebanyak 40 orang, mereka akan disebar di beberapa tempat. Kita juga dibantu oleh pemuda-pemuda yang sudah pernah ikut pendidikan kilat Rescue,” pungkasnya.(dry)
Leave a Reply