DEJABAR.ID, PANGANDARAN-Menjelang datangnya bulan suci ramadhan 1440 hijriyah beberapa bahan pokok seperti bawang putih dan cabe rawit di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mengalami kenaikan.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UMKM (Disdagkop) Kabupaten Pangandaran, Tedi Garnida menyebutkan berdasarkan daftar harga barang pokok dan penting, harga cabe rawit di Pasar Kalipucang dan Pananjung mengalami kenaikan.
“Kini harga cabe rawit di Pasar Kalipucang mencapai Rp30 ribu perkilo gram yang sebelumnya hanya dijual Rp23 ribu perkilonya. Sedangkan di pasar Pananjung, harga cabe rawit menembus angka Rp35 ribu yang sebelumnya hanya Rp29 ribu,”ujarnya kepada Dejabar.id. Jumat (03/05/2019).
Kalau harga bawang putih, kata Tedi, mengalami naiknya hanya di pasar Kalipucang saja yang sebelumnya dijual Rp38 ribu perkilonya kini menjadi Rp 45 ribu.
“Selain cabe rawit dan bawang putih, ada beberapa bahan pokok yang terpantau naik hingga tanggal 30 April kemarin, di antaranya kacang kedelai, daging ayam boiler dan telur ayam boiler,”tambah Tedi.
Tedi mengatakan, di Pasar Kalipucang harga kacang kedelai menjadi Rp9 ribu/kg, sebelumnya Rp8 ribu /kg; daging ayam boiler naik dari Rp32 ribu menjadi Rp35 ribu, telur ayam boiler dari Rp23 ribu kink menjadi Rp24 ribu,” tuturnya.
Tak hanya di Pasar Kalipucang, sambung Tedi, beberapa bahan pokok di Pasar Pananjung dan Parigi juga mengalami kenaikan.
“Di pasar Pananjung harga minyak goreng curah dari Rp10 ribu menjadi Rp11,5 ribu, minyak goreng kemasan dari harga Rp13 ribu menjadi Rp14 ribu. Sedangkan di Pasar Parigi yang mengalami kenaikan hanya cabe merah saja, dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu,”ungkapnya.
Tedi mengaku bahan pokok di Pangandaran sendiri sebagian besar dipasok dari luar daerah, seperti bawang putih, telur ayam, cabe rawit dan lainnya.
“Sementara, para petani dan peternak ayam disini belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Pangandaran, jadi terpaksa harus memasok dari luar daerah,”cetusnya.
Terlebih, Tedi menambahkan bahwa kenaikan sejumlah harga bahan pokok menjelang Ramadhan menjadi hal yang lumrah.
“Alasannya, permintaan barang semakin tinggi, sedangkan pasokan barang dari luar sedikit, otomatis ada yang mengalami kenaikan,” terangnya.
Tedi menegaskan, pihaknya akan segera melaksanakan pasar murah pada bulan Ramadhan untuk membantu kebutuhan masyarakat.
“Tiap tahun kami rutin melakukan itu, kami ajukan lagi untuk melaksanakan pasar murah,” pungkasnya.(dry)
Leave a Reply