Press ESC to close

Harga Garam Anjlok, Petani Cirebon Harap Ada Standarisasi Harga Nasional

  • July 3, 2019

DEJABAR.ID, CIREBON – Musim kemarau yang mulai melanda kawasan Cirebon dan sekitarnya, membuat sebagian masyarakat, terutama petani garam, menjerit. Pasalnya, harga garam saat ini mengalami anjlok di pasaran.


Menurut Sanusi, salah satu petani garam di Desa Rawaurip Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon, harga garam saat ini anjlok di harga Rp 300 per kilogramnya. Padahal di tahun lalu, harga garam masih normal, yakni Rp 1000 per kilogramnya.


“Sekarang harganya anjlok menjadi Rp 300 per kilonya. Padahal tahun kemarin masih Rp 1000 per kilonya,” jelasnya, Rabu (3/7/2019).


Sanusi melanjutkan, anjloknya harga garam petani di wilayah Cirebon ini, dikarenakan melimpahnya stok garam yang belum terjual di gudang. Sehingga, petani garam terpaksa menjual garamnya dengan harga murah.


Padahal, lanjutnya, saat ini mau memasuki musim panen raya. Namun yang dikhawatirkan, stok garam yang masih melimpah pada tahun lalu, belum juga terjual. Sehingga, dirinya memastikan harga garam akan mencapai Rp 100 per kilogramnya pada musim panen raya nanti.


“Karena stok tahun kemarin masih melimpah. Bisa-bisa harganya pas musim panen raya nanti bisa Rp 100 per kilonya,” tuturnya.


Sanusi pun berharap, pemerintah secara bijak bisa menentukan standarisasi harga garam nasional. Sehingga, harga garam tidak tergantung oleh faktor apapun, seperti musim kemarau atau musim hujan, yang bisa merugikan para petani garam.


“Kami berharap ada standarisasi harga garam nasional,” pungkasnya.(Jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *