Harga Telur Ayam Anjlok, Peternak Ayam Petelur Majalengka Merugi


DEJABAR, MAJALENGKA- Pandemi Covid-19 tampaknya tidak hanya membuat terpuruknya pariwisata yang ada di Kabupaten Majalengka. Ya, semenjak dibukanya kembali sektor pariwisata, para pengelola wisata mengeluhkan jumlah pengunjung yang menurun drastis.

Kali ini, peternak ayam petelur di Majalengka juga mengeluhkan hal yang sama. Bagaimana tidak, ditengah pandemi ini harga telur ayam anjlok hingga peternak tidak bisa menutupi biaya pakan. Hal itu pun membuat peternak merugi lantaran harga telur anjlok dan harga pakan yang sangat tinggi.

Seperti halnya peternak di Desa Kulur, Kecamatan/Kabupaten Majalengka yang mana sudah beberapa bulan ini belum menemukan keuntungan. Bahkan saat diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), malah mengalami kerugian lantaran harga telur anjlok.

Asep Hamdan (22) yang merupakan peternak ayam petelur asal Desa Kulur, Kecamatan/Kabupaten Majalengka tak menampik jika saat ini ia mengalami kerugian. Pasalnya selain harga telur yang terus merosot, biaya pakan kini juga mengalami peningkatan.

“Ya mulai anjlok, dari bulan-bulan kemarin, setiap harinya turun terus,” ujar Asep Selasa (21/9/2021).

Ia menyebutkan, semula harga telur ayam yang ia tekuni berada dikisaran harga Rp 23 ribu per kilogram. Namun, beberapa bulan terakhir atau parahnya saat PPKM Darurat diberlakukan, harganya makin merosot hingga Rp 16 ribu per kilogram.

“Kalau dibanding harga pakan sendiri, lebih tinggi harga pakan dibanding penjualan telur. Jadi saya bisa nombok sampai Rp 50 ribu per hari untuk beli pakan. Harga pakan sendiri Rp 325 ribu untuk sehari kasih makan ke 500 ekor ayam,” ucapnya.

Asep mengaku, saat ini jerih payah sebagai peternak yang ditekuni kurang lebih 5 bukan ini belum dinilai karena belum mendapat keuntungan. Kendati demikian, ia mengaku penjualan telur sampai saat ini masih lancar.

Dijelaskan dia, jika harga normal, yakni harga telur Rp 22 ribu sampai Rp 23 ribu per kilogram, Asep mengaku mendapatkan untung sebesar 50 ribu per hari dengan total ayam sebanyak 500 ekor. Namun kini saat harga turun, dirinya mengaku tidak mendapat untung sedikit pun justru harus nombok pakan ternak.

“Jadi kalau dihitung rugi, kita rugi sekitar Rp 50 ribu ribu per hari. Memang tinggi sekali resiko ternak ayam petelur saat ini, karena produksi sudah melebihi kebutuhan,” jelasnya. (*)


Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube and Vimeo Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format