Press ESC to close

Hari Pramuka Indonesia: Sejarah dan Fakta-Faktanya

  • August 14, 2019

dejabar.id – Setiap tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka. Tepat pada hari ini, Rabu (14/08/2019), Pramuka di Tanah Air memperingati hari jadinya yang ke-58.

Pramuka telah menjadi ekstrakulikuler wajib di sekolah. Biasanya, para siswa akan mengenakan seragam cokelat muda, topi pandan, peluit merah, dasi merah putih, dan sepatu hitam. Banyak hal yang harus dikuasai anggota, Pramuka. Antara lain belajar tali-temali, kode morse, kemah, dan masih banyak lagi.

Bukan hanya ekstrakurikuler di sekolah dan juga aktivitas luar ruangan, pramuka menyimpan sejarah yang panjang dan menarik untuk disimak. Berikut beberapa fakta tentang Pramuka di Indonesia.

1. Sejarah pramuka Indonesia

Indonesia mengadaptasi gerakan kepanduan Powell yang diberi nama Nederland Indische Padvinders Vereeniging atau NIPV atau Persatuan Pandu-pandu Hindia Belanda.

Gerakan kepanduan ini juga diadaptasi lagi di berbagai daerah. Mengutip berbagai sumber, tahun 1930 dibentuk Pandu Pemuda Sumatera, 1931 terbentuk Persatuan Antar Pandu Indonesia. Di masa setelah kemerdekaan, Organisasi pandu Rakyat Indonesia tahun 28 Desember 1945 ini didirikan di Solo, Jawa Tengah.

2. Bapak Pramuka Indonesia

Jika Powell dinobatkan jadi bapak pramuka dunia, maka di Indonesia ada Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang menjadi bapak pramuka Indonesia. Dia menjabat sebagai ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) pertama sejak 1961.

3. Hari dan HUT Pramuka

Tanggal 14 Agustus ditetapkan jadi Hari Pramuka sejak tahun 1961 lewat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961. Saat itu dilambangkan dengan penganugerahan Panji Gerakan pramuka oleh Presiden Republik Indonesia.

Menurut sejarahnya, gerakan yang identik dengan warna cokelat muda dan ‘anak-anak alam’ ini mulai memiliki lambang tunas kelapa pada 20 Mei 1961.

4. Arti Pramuka

Istilah Pramuka sendiri diambil dari istilah poromuko yang berarti pasukan yang berdiri paling depan dalam peperangan.

5. Alasan warna cokelat jadi seragam pramuka

Warna cokelat identik dengan Pramuka. Ada beberapa alasan mengapa warna cokelat yang dipilih. Warna cokelat tunas kelapa sebagai perlambang Pramuka yang diciptakan oleh salah satu tokohnya, Soenardjo Atmodipurwo.

Warna cokelat sengaja dipilih agar anggota Pramuka tak lupa pada semangat dan jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk negara. Hal itu secara resmi tercantum pada Bab I Pasal 5 Ayat B dalam Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Anggota Gerakan Pramuka.

Konon, cokelat adalah warna yang mendominasi di medan perang. Warna itu digunakan oleh sederet pejuang kemerdekaan saat melawan penjajah merebut kemerdekaan. Selain itu, warna cokelat juga diyakini sebagai metafora tanah dan air di seantero Nusantara. Mengutip berbagai sumber, warna cokelat muda pada kemeja mencerminkan air yang mengalir di seluruh negeri. Sedangkan warna cokelat tua pada rok atau celana menggambarkan warna tanah di Indonesia.

Selain itu, Powell menginisiasikan agar warna cokelat menjadi seragam anggota Pramuka. Warnanya yang selaras dengan alam membuat cokelat menjadi warna yang tak mudah kotor. (red/cnn indonesia)

Comments (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *