Hasto Klaim Ada Agenda Tersembunyi Ingin Ganti Pancasila dari Kubu Sebelah


DEJABAR.ID, BANDUNG-PDI Perjuangan melakukan kampanye akbar di Lapangan Sidolig, Kota Bandung, Jumat (12/4/2019). Hadir dalam kegiatan itu Sekjen PDIP hasto Kristiyanto dan Ketua DPD PDIP Jawa Barat (Jabar) TB Hasanuddin serta kader dan caleg PDIP seperti Nico Siahaan dan Kirana Larasati.
Dalam kampanyenya, dikutip dari Merdeka.com, Hasto Kristiyanto menyebut ada gelagat dan agenda tersembunyi dari kubu lawan yang ingin mengganti Pancasila. Untuk itu, dia meminta pendukung capres 01 lebih bekerja keras di sisa waktu sebelum pencoblosan agar Jokowi menang.
“Tanpa Pancasila tidak ada NKRI. Kita tidak punya agenda tersembunyi untuk mengganti Pancasila. Berbeda dengan yang di sana,” kata Hasto di Lapangan Sidolig, Kota Bandung. Meski tak menyebutkan secara spesifik pihak yang dimaksud, namun dalam pidatonya, Hasto menyinggung pasangan presiden nomor urut 02, Prabowo- Sandiaga Uno yang tak memiliki prestasi dan rekam jejak yang dinilai tak jelas.
“Rekam jejaknya bagaimana? karirnya di TNI bagaimana? keluarganya?,” terangnya.
Lebih lanjut Hasto mengklaim bahwa melalui survei yang dilakukan, Jokowi-Maruf Amin sudah unggul di Jawa Barat. Begitu pula suara PDIP pun mencatatkan hasil positif.
Namun, semua itu jangan membuat para simpatisan lengah. Semua diminta untuk tetap bekerja door to door mengkampanyekan Jokowi dan apa yang sudah dilakukannya selama satu periode.
“Berdasarkan survei Jokowi unggul. PDIP menang di Jawa Barat unggul. Kalau ada yang mengatakan Jokowi sudah menang, PDIP menang tidak perlu ke TPS, (harus) lawan. Jangan percaya hoaks,” terangnya.
Di tempat yang sama, Ketua DPD PDIP Jabar, TB Hasanuddin menyampaikan bahwa jika Jokowi tidak memenangkan Pilpres, bangsa akan bubar dan terpecah. Untuk itu, dia mengajak semua relawan bersemangat memenangkan Jokowi dan memilih calon legislatif dari partai berlambang banteng moncong putih.
“Kalau yang lain menang, bangsa ini akan bubar, terpecah. Tanggal 17 jangan lupa coblos nomor 1 partainya nomor 3,” ujarnya.(red/merdeka)