DEJABAR.ID, CIREBON – Kota Cirebon merupakan salah satu kota di Indonesia yang berbatasan langsung dengan laut. Untuk itu, tidak heran jika kota ini memiliki pelabuhan, baik itu pelabuhan untuk bongkar muat barang, maupun pelabuhan untuk para nelayan.
Karena itu, tak jarang masyarakat Kota Cirebon memanfaatkan pelabuhan tersebut untuk berwisata, hang out, atau pun sekedar memancing ikan. Seperti yang terlihat di Pelabuhan Kejawanan, Kota Cirebon.
Pelabuhan yang diperuntukkan bagi nelayan ini kerap dikunjungi oleh masyarakat, terutama pada sore hari. Karena di pelabuhan tersebut, juga terdapat pantai yang bisa digunakan untuk menikmati suasana laut. Mereka datang biasanya untuk mengisi waktu sore, atau melihat matahari terbenam.
Di pelabuhan ini, terdapat bebatuan yang disusun memanjang dari bibir pantai hingga ke ujung tengah laut. Fungsinya adalah sebagai pembatas antara wilayah pelabuhan dengan pantai. Di bebatuan inilah, menjadi tujuan para warga untuk menikmati suasana sore di Pelabuhan Kejawanan.
Demi memenuhi kebutuhan konsumsi ataupun sekedar beristirahat, juga terdapat warung-warung yang terbuat dari papan dan bambu di bibir pantai. Mereka menyediakan aneka minuman, dan juga makanan ringan.
Tak hanya itu, di sini juga terdapat jasa penyewaan perahu, bagi mereka yang ingin melihat ke tengah laut. Mereka memasang tarif sebesar Rp5000 per orang. Dalam satu perahu, bisa menampung hingga 8 orang.
Menurut Rohimah (47) selaku salah satu pemilik warung di pantai Kejawanan, biasanya pantai ramai setiap sore. Biasanya mereka hanya sekedar jalan-jalan, foto-foto, pacaran, ataupun memancing. Bahkan ada juga anak-anak sekolah yang sepulang sekolah langsung datang ke sini dengan masih mengenakan seragam.
Selain itu, para nelayan juga biasanya pergi melaut pada sore hari. Sehingga, hal itu dimanfaatkan warga untuk melihat momen perahu nelayan berangkat. Perahu nelayan sendiri yanh berjumlah puluhan tampak bersandar di dermaga Pelabuhan Kejawanan.
“Biasanya ramai kalau weekend. Apalagi kalau pas bulan puasa, bisa lebih ramai lagi, karena mereka biasanya ngabuburit di sini,” jelasnya saat ditemui Dejabar.id di warungnya di Pantai Kejawanan, Kota Cirebon, Jumat (23/11/2018).
Meskipun ramai di sore hari, lanjut Rohimah, dirinya membuka warung dari mulai pagi. Karena, orang-orang biasanya datang ke Pantai Kejawanan pada pagi hari. Dan biasanya, para nelayan bongkar muat hasil penangkapan pada pagi hari.
“Saya kalau tutup pas magrib. Karena portal di gerbang depan jalan masuk pelabuhan ini tutup pas magrib,” jelasnya.
Sedangkan menurut salah satu warga, Denny (35), dirinya kerap datang ke pantai Kejawanan ini bersama temannya. Di samping bisa menikmati suasana pantai di sore, juga bisa melihat orang-orang yang sedang memancing.
“Makanannya juga murah. Jadi enak buat nongkrong pas sore,” tuturnya.
Meskipun banyak dikunjungi oleh masyarakat, Denny mengakui kalau Pantai Kejawanan ini perlu ditata lagi. Karena, pantai ini masih belum memenuhi untuk dijadikan sebagai destinasi wisata. Apalagi, masih adanya sampah berserakan di bibir pantai, sehingga menimbulkan kesan kotor.
“Kalau lebih ditata dan dikelola lagi sama pemerintah, pasti pantai ini cocok jadi destinasi wisata di Kota Cirebon,” pungkasnya.
Untuk masuk ke pantai ini, masyarakat cukup membayar Rp500 saja. Jika membawa kendaraan, maka akan dikenakan biaya tambahan untuk parkir.(Jfr)
Leave a Reply