Press ESC to close

Jadi Calon Jemaah Haji Termuda dari Cirebon, Nurul Yaqin Diajarkan Agama Melalui Haji

  • July 8, 2019

DEJABAR.ID, CIREBON – Nurul Yaqin (18), remaja yang beralamat di Jalan Samadikun RT 1 RW 10 Kelurahan Panjunan Kecamatan Lemahwungku Kota Cirebon, menjadi jamaah haji termuda dari Kota Cirebon. Dirinya berangkat ke tanah suci Mekah bersama kedua orang tuanya, beserta saudaranya dengan jumlah 7 orang. Mereka berangkat ke tanah suci pada tanggal 29 Juli 2019 di kloter (kelompok terbang) 74.

Yaqin menceritakan, dia didaftarkan haji oleh orang tuanya sejak kelas 6 SD. Saat itu, dirinya masih tidak paham kalau sedang didaftarkan haji. Sehingga, dia menuruti saja apa yang diperintahkan kepadanya saat mendaftar, seperti ketika difoto.

“Ya nurut-nurut saja ketika difoto. Gak tau buat apa. Baru paham pas tahun kemarin, yang ternyata didaftarkan haji,” jelas anak pasangan Imam Nurholis dan Azizah ini saat ditemui dejabar.id di kediamannya, Senin (8/7/2019).

Dengan berangkat haji di usia muda, sulung dari 4 bersaudara ini merasa senang, karena bisa mengunjungi rumah Allah. Karena teman-teman yang seusianya, belum ada yang pernah berangkat haji. Sebelumnya, dia sudah pernah berangkat umroh pada tahun 2016 silam. Sehingga, dirinya tidak merasa kaget, meskipun tidak mengikuti manasik haji.

Sedangkan menurut sang ayah, Imam Nurholis, dirinya memang sudah mengajarkan agama kepada anak-anaknya melalui ibadah haji. Dan tradisi ini sudah ada sejak zaman neneknya Yaqin, yang berasal dari Madura.

“Jadi saya mengajarkan agama lewat haji. Awalnya umroh dulu, lalu haji,” tuturnya.

Sebagai bekal pelajaran agama lainnya, Imam pun memondokkan Yaqin ke daerah Pasuruan, ketika memasuki SMP hingga SMA. Pelajaran agama Yaqin pun dilanjutkan di STAI Imam Syafi’i Cianjur jurusan Syariah, yang sekarang sudah memasuki semester 3.

“Jadi keluar SD, anak-anak saya wajib masuk pesantren,” tuturnya.

Dengan memberikan pengetahuan agama kepada anak sejak dini, apalagi dengan mengenalkan ibadah haji, Imam berharap Yaqin bisa menjadi anak yang bisa memberikan ilmu yang bermanfaat bagi orang lain, mengajarkan solat, dan kebaikan lainnya yang bukan hanya untuk agama saja.

“Tradisi ini akan terus dipertahankan di keluarga ini,” pungkasnya.(Jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *