dejabar.id, Tasikmalaya – Hasrat Nabila, mahasiswi UPN Veteran Jogjakarta, yang juga sekaligus memegang Persma kampusnya itu untuk mencari apa yang bisa dibanggakan pada helaran Tasik Oktober Festival (TOF) 2019, pupus sudah.
Nabila yang jauh-jauh sengaja datang ke Tasikmalaya, bersama rombongan kampusnya bertepatan dengan helaran TOF, berencana mencari informasi sekaligus ingin mempublikasikan kebanggaan Tasikmalaya ke khalayak ramai di Jogjakarta terpaksa tertunda.
Pasalnya apa yang dicari di helaran tersebut, tidak ditemukannya dan tidak sesuai ekspektasi publik. “Kebetulan kami ada tugas dari kampus. Pas ada moment TOF, saya googling dulu TOF itu seperti apa dan ternyata cukup menarik kalau pada tahun-tahun sebelumnya. Tapi kok tahun sekarang seperti ini,” ungkapnya kepada dejabar.id Senin malam (14/10/19).
Menurutnya, jika tahun tahun sebelumnya ada spot untuk berswa foto, ada ikon yang bisa jadi daya tarik, helaran kali ini jauh dari kata itu. Dan yang tersaji hanya seperi pasar malam biasa. “Entah mungkin ada miss komunikasi atau apa namun yang jelas saya tidak dapat apa yang saya cari dan apa yang saya mau nanti publikasikan ke khalayak di Jogjakarta,” tambahnya.
Namun demikian, ia yakin diluar helaran tersebut, ada sesuatu yang lebih menarik dari Kota Tasikmalaya untuk bisa dibawa ke kota gudeg tempatnya menimba ilmu itu. “Mungkin kami akan cari keistimewaan Kota Tasik diluar helaran ini, mudah-mudahan ketemu,” ujarnya.
Terakhir Ia berpesan dan berharap helaran TOF tahun depan bisa lebih meriah lagi dan bisa lebih memanjakan masyarakat Tasikmalaya khususnya dan pelancong luar daerah umumnya.
Selain di Kota Tasikmalaya, mereka juga akan pergi ke kota intan Garut sama mencari apa yang diunggulkan garut untuk bisa dinikmati khalayak ramai. (Ian)
Leave a Reply