DEJABAR.ID, BOGOR-Penghitungan suara secara manual dilakukan di TPS-TPS di wilayah Bogor sejak siang hingga sore tadi. Di Lapas Gunungsindur, Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin unggul suara dari pasangan capres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno.
Di lapas tempat tahanan kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir menjalani hukuman ini, Jokowi-Ma’ruf Amin unggul 15 suara dari Prabowo-Sandiaga Uno.
“Alhamdulillah proses pemungutan suara berjalan lancar. Tadi sudah dihitung (hasil suara). Suara untuk pasangan nomor urut 01 = 279, pasangan nomor urut 02 = 259,” kata Kalapas Gunungsindur, Sopiyana, Rabu (17/4/2019).
Sopiyana menjelaskan, ada 528 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan 78 petugas yang menyalurkan hak pilihnya di lapas dan rutan Gunungsindur. Proses pencoblosan dilakukan di 4 TPS yang tersebar di lapas super ketat tersebut.
Di lapas Gunungsindur, tahanan kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir menjalani masa hukumannya. Pada Pilpres 2019, Abu Bakar Ba’asyir memilih golput dan menolak saat proses pendataan pemilih untuk Pilpres 2019 di lapas dilakukan.
“Beliau tidak ikut mencoblos. Kenapa bisa saya sampaikan begitu, karena hari ini kan hari H dan bisa dipastikan, dan beliau tidak menggunakan hak pilihnya. Sekarang proses penyaluran hak pilih di lapas Gunungsindur sedang berlangsung,” kata Kalapas Gunungsindur, Sopiyana saat dikonfirmasi, Rabu (17/4/2019).
“Jadi perlu saya jelaskan bahwa Ustadz Abu Bakar Ba’asyir secara personality memang tidak mau mengikuti pencoblosan, menggunakan hak pilihnya, secara pribadi memang tidak mau (mencoblos). Jadi sampai hari ini beliau tidak masuk DPT di Lapas Gunungsindur,” sambungnya.
Sopiyana menyebut, Abu Bakar Ba’asyir merupakan salahsatu dari 1.074 penghuni lapas Gunungsindur yang diajukan ke KPUD Kabupaten Bogor untuk menjadi DPT. Namun kata Sopiyana, Abu Bakar Ba’asyir menolak ikut menyalurkan hak pilihnya saat akan dilakukan pendataan dan perekaman oleh Disdukcapil dan KPU.
“Jadi ketika pengajuan DPS, pihak Dukcapil melakukan perekaman, tapi saat itu beliau (Abu Bakar Ba’asyir) menolak. Jadi, beliau memang tidak terdaftar sejak awal, tidak mau menggunakan hak pilihnya, kami hormati itu karena itu kan hak beliau. Yang pasti kami sudah memfasilitasi semua penghuni lapas,” terang Sopiyana.(Sol)
Leave a Reply