Jokowi: Pihak yang Kalah di Pemilu Pasti Tidak Puas


DEJABAR.ID, JAKARTA-Jokowi akhirnya angkat bicara soal kubu yang tidak mengakui kekalahannya. Menurutnya, kubu yang kalah pasti tidak puas dengan hasilnya.
“Kalau tidak puas, yang namanya kalah ya mesti tidak puas. Tidak ada yang kalah itu puas, tidak ada. Kalah itu pasti gak puas, kalau ada kecurangan, laporkan ke Bawaslu. Kalau yang lebih besar, sengketa, sampaikan ke MK (Mahkamah Konstitusi), ini kan mekanisme menurut konstitusi,” kata Presiden Joko Widodo seusai menghadiri buka puasa bersama Partai Golkar di Jakarta, Minggu (19/5/2019) dikutip dari Gesuri.id.
Hal tersebut ia sampaikan terkait dengan merebaknya isu gerakan massa yang disebut “people power” jelang pengumuman hasil Pemilihan Presiden (pilpres) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019.
Gerakan itu menyebut akan mendatangkan massa dari berbagai daerah untuk mengepung kantor KPU maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
“Mekanisme itu sudah disepakati bersama-sama di DPR, semua fraksi ada semua, semua partai ada, jangan aneh-aneh lah,” tambah Presiden.
Jokowi dan pasangannya di Pilpres 2019, Ma’ruf Amin, Dari situs pemilu 2019, kpu.go.id, Senin (20/5/2019), data masuk 737.904 dari 813.350 TPS tingkat nasional atau 90.72404 persen. paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin, Senin pagi sementara mencapai 77.344.852 atau 55,63 persen. Sementara paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh 61.678.495 suara atau 44.37 persen.
Artinya, Selisih suara Jokowi dan Prabowo mencapai 15.666.357 suara.
Presiden mengaku tidak memantau real count KPU. “Ndak (memantau), tahu-tahu nanti ditetapkan, kan sudah jelas,” ungkap Presiden sambil tertawa.
Presiden juga menilai bahwa hanya KPU lah yang berhak menentukan hasil pemilu 2019 nanti.
“Kita ini sudah menyelenggarakan pemilu bukan sekali dua kali kan? Dan prosesnya itu sudah jelas, 17 April yang lalu rakyat sudah berkehendak, sudah memutuskan, ya kan setelah itu ada proses, proses perhitungan, prosesnya itu semua diikuti karena semua proses demokrasi seperti itu kalau sudah dihitung oleh KPU, yang menang sudah ditetapkan ya itulah keputusan dari penyelenggara pemilu yaitu KPU,” tegas Presiden.
Ia pun meminta agar semua pihak mengikuti mekanisme konstitusional tersebut.
“Harusnya mekanisme konstitusional itu yang diikuti, ini kita membuat sebuah fondasi dalam kita berdemokrasi harus diikuti,” tegas Presiden.(red/Gesuri)