DEJABAR.ID, MAJALENGKA, – Calon anggota DPR RI, Maman Imanulhaq mengungkapkan, duka yang mendalam atas meninggalnya Tuty Tursilawati, yang merupakan buruh Migran asal Majalengka yang dieksekusi mati oleh Pemerintah Arab Saudi.
“Kami mendoakan semoga almarhumah Husnul Khotimah dan keluarga korban diberi ketabahan dan kesabaran,” kata politikus PKB tersebut, Rabu (31/10/2018).
Sapaan akrab Kang Maman ini juga berharap kedepan kejadian serupa tidak terulang lagi. Tak hanya itu, dia juga meminta keseriusan dari Pemerintah Daerah Majalengka dalam hal perlindungan terhadap buruh migran asal Majalengka.
Menurut Kang Maman, bahwa saat debat Pilkada Bupati, hal tersebut sempat dilontarkan oleh Kang Maman sebagai kepada Calon Incumbent mengenai TKI asal Majalengka yang sedang bermasalah hukum bagaimana upaya penanganan dan pencegahannya.
“Untuk kasus Tuty ini, kami sangat kecewa atas proses Eksekusi mati Tuty Tursilawati oleh Pemerintah Arab Saudi yang dilakukan tanpa ada pemberitahuan kepada Keluarga dan Pemerintah Indonesia,” ujar Caleg dari pemilihan untuk Dapil Jabar IX Kabupaten Subang, Majalengka dan Sumedang ini.
Oleh karena itu, Kang Maman mendukung penuh protes yang dilayangkan oleh pemerintah atas kasus tersebut. Kedepan, Kang Maman juga mendorong agar pemerintah maksimal melindungi para Buruh Migran menginagt mereka adalah pahlawan devisa yang berkontribusi.
“Buruh Migran perempuan kerap mengalami perlakuan dan tindakan kekerasan, ancaman dan pelecehan seksual,” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, lanjut dia, selama bekerja di Arab Saudi, almarhumah Tuty kerap mengalami ancaman dan penyiksaan dari majikan.
Apa yang menimpa Tuty Tursilawati menambah daftar panjang kasus penindasan dan ketidakadilan yang kerap dialami oleh para perempuan yang menjadi buruh migran di luar negeri. (jja)
Leave a Reply