DEJABAR.ID. KOTA BANJAR – Dalam rangka peningkatan pemahaman dan keamanan, serta kelancaran pelaksanaan tugas dan netralisir potensi kerawanan penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019.
Polres Kota Banjar beserta Dandim 0613 Ciamis melaksanakan Pembinaan Teknis Pemungutan dan Penghitungan Suara serta pengawasanya kepada TNI, dalam rangka pileg/pilpres 2019 di Kota Banjar, Jawa Barat, yang berlangsung diaula Setda Kota Banjar, kemarin.
Hadir dalam acara tersebut Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih, Kapolres Kota Banjar AKBP Yulian Perdana, , Dandim 0613 Ciamis Letkol Arm Tri Arto Subagio, M.Int.Rel, Ketua KPU Kota Banjar Dani Danial Mukhlis, , Ketua Bawaslu Kota Banjar Irfan Saeful Rohman serta PPK,PPS,Panwas,PPL dan Linmas se-Kota Banjar
Kapolres Kota Banjar AKBP Yulian Perdana, dalam sambutannya menyampaikan kutipan dari Gubernur Jawa Barat Ridwal kamil berkenan tentang Negara maju.
“Supaya kita jadi negara terhebat dan negara adidaya di tahun 2045. setidaknya ada tiga syarat, yang kesatu yaitu pertumbuhan ekonominya minimal diangka 5 persen. Kedua Pemilu Harus Kodusif Ketiga, milenial harus kompetitif, punya skil,” katanya.
Yulian berharap pada Pemilu 2019 agar tidak ada masyarakat yang golput karena alasan teknis dan administratif, seperti pindah KTP, pindah domisili, atau pindah daerah pemilihan (Dapil).
“Ada yang karena alasan politis atau alasan yang ideologis, itu mungkin hanya di bawah 10 persen. Tetapi mayoritas mereka yang golput itu sebetulnya karena alasan yang sifatnya teknis dan administratif,”kata Yulian.
Yulian menegaskan bahwa Polri-TNI mempunyai kewajiban dan tanggung jawab dalam menjaga pengamanan dan kondusifitas penyelenggaraan pemilu.
“TNI dan Polri siap menjaga keamanan masyarakat dari rumah sampai ke TPS, dan saya juga menghimbau jangan sekali-kali coba untuk mengacaukan pemilu di kota Banjar,” tegasnya.
Jika itu terjadi, kata Yulian, maka pengacau akan berhadapan langsung dengan TNI dan Polri.
“Saya taruhkan leher saya, jangan ada yang coba-coba mengganggu ideologi pancasila. Jangan sampai ada yang berani mengacaukan pemilu jika ada yang berani akan berhadapan dengan TNI dan Polri,” tutupnya. (dry)
Leave a Reply