DEJABAR.ID, PANGANDARAN-Peristiwa penembakan yang menimpa kepada umat Islam yang sedang salat Jumat di Masjid Christchurch New Zealand hingga menewaskan 40 orang, Jum’at (15/03/2019) mendapatkan kecaman dari berbagai elemen, termasuk dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Pangandaran yang mengutuk keras insiden tersebut.
Ketua PDPM Pangandaran Muhamad Supriyo mengaku kaget ketika mendengar kejadian tersebut, dan juga sangat menyesalkan adanya perbuatan yang memang di luar batas kemanusiaan itu.
“Kita betul-betul kaget, masih ada upaya yang merusak tatanan kemanusiaan. Orang lagi shalat kok ditembak. Saya mengutuk keras perbuatan itu,”ujar Supriyo kepada Dejabar.id melalui rilisannya. Minggu (17/03/2019).
Berikut Pernyataan Resmi Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Pangandaran:
- Kebebasan beragama, berkeyakinan, bertuhan, dan mengekspresikan iman merupakan hak asasi manusia di seluruh dunia. Bahkan suatu keniscayaan tiap negara memberikan ruang publik untuk melakukan ceremonial sakramen, juga ritual profetik sesuai dengan keyakinan masing-masing.
- Islam adalah agama rahmah yang menebar kasih dan damai kepada semesta raya. Spirit kehadirannya menyemai harmoni, keadaban, humanitas dan menjadi colling system bagi masyarakat, umat dan bangsa.
- Tindak kekerasan, penyiksaan bahkan pembunuhan atas nama kemanusiaan tidak dibenarkan baik dilakukan perseorangan ataupun kelompok. Karenanya mesti ditindak dan dihukum dengan cepat pelaku aksi tersebut.
Penembakan di Masjid Christchurch New Zealand merupakan bentuk penghinaan, penodaan dan penistaan kepada umat Islam di seluruh dunia, karena membunuh umat Islam yang sedang beribadah shalat Jum’at di masjid.
Ini menegaskan bahwa aksi teroris adalah murni kejahatan kemanusiaan terkutuk, tidak memandang agama, ras dan suku bangsa.
- Mendesak kepada Pemerintah, khususnya Kementrian Luar Negeri agar melakukan langkah responsif, mengutuk aksi penembakan sporadis tersebut, juga menyuarakan kepada hukum internasional agar diadili sebagai bentuk kejahatan internasional.
- Sebagai bentuk ukhuwah Islamiyah Angkatan Muda Muhammadiyah (Pemuda Muhammadiyah, IPM, NA, HW, IMM, TSPM dan KOKAM) se-Kabupaten Pangandaran diharapkan menjadi penggerak shalat ghaib atas wafatnya umat Islam di New Zealand baik di masjid, surau, atau mushala dengan tetap menjaga kesantunan, keadaban mulia yang mencerminkan akhlak Islami.
Senantiasa meninggikan dakwah amar makruf bil makruf, amar adli nahi zhulmi, yang berkarakter ihsan, sebagai teladan Angkatan Muda Muhammadiyah dan generasi Islam yang berkemajuan.
Demikian pernyataan ini, semoga bangsa Indonesia senantiasa menjadi bangsa yang damai, aman, serta baldatun thayyibatun warabbun ghafur. Amien
Billahi Fiisabilil Haq Fastabiqul Kairat. Wassalamuailaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.(dry)
Leave a Reply